Dpnews Indonesia || Presiden Rusia Vladimir Putin menyatakan kesiapan negaranya membantu Indonesia mengembangkan teknologi nuklir sipil. Pernyataan tersebut disampaikan Putin saat bertemu Presiden Prabowo Subianto di Kremlin, Moskow.
Dalam pertemuan tersebut, Putin menyoroti prospek kerja sama di bidang energi, termasuk pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN). “Kami memiliki prospek yang sangat menjanjikan di sektor energi, termasuk energi nuklir. Saya tahu Indonesia memiliki rencana terkait hal ini, dan jika Indonesia memutuskan melibatkan Rusia, kami selalu siap membantu,” ujar Putin, seperti dikutip dari pernyataan resmi.
Putin menekankan bahwa Rusia siap menyediakan spesialisnya apabila Indonesia menganggap perlu melibatkan mereka dalam proyek nuklir damai. Pernyataan ini sejalan dengan rencana Indonesia untuk mengembangkan PLTN sebagai bagian dari strategi ketahanan energi nasional jangka panjang.
Pertemuan Prabowo-Putin pada Desember 2025 itu juga membahas penguatan kerja sama militer-teknis serta peningkatan perdagangan bilateral. Rusia kerap menawarkan teknologi nuklir yang telah teruji di berbagai negara, dengan penekanan pada aspek keselamatan dan transfer pengetahuan.
Hingga kini, belum ada kesepakatan konkret yang diumumkan terkait proyek nuklir. Pemerintah Indonesia belum memberikan respons resmi atas tawaran tersebut. Pengembangan nuklir di Indonesia masih dalam tahap perencanaan, dengan fokus pada pemanfaatan untuk tujuan damai dan pemenuhan target energi baru terbarukan.
Kerja sama energi antara kedua negara diharapkan dapat mendukung upaya Indonesia mencapai ketahanan energi sekaligus diversifikasi sumber listrik. Isu ini akan terus dipantau mengingat sensitivitas teknologi nuklir di kancah internasional.











