Dpnews Indonesia || Jakarta – Pakar telematika Roy Suryo kembali mengejek analis forensik digital Rismon Hasiholan Sianipar atas perubahan sikapnya dalam polemik keaslian ijazah Presiden ke-7 Joko Widodo. Roy menyatakan bahwa tindakan Rismon yang kini mengakui ijazah tersebut asli merupakan bentuk pengkhianatan yang menyakitkan bagi rekan-rekan seperjuangannya.
Dalam pernyataannya, Roy Suryo menggunakan istilah “gigit jari” untuk menggambarkan posisi Rismon yang dianggapnya masih kebingungan atau menyesal. Ia menekankan bahwa pengkhianatan tersebut telah melukai kepercayaan yang dibangun selama ini dalam upaya mengusut dugaan pemalsuan dokumen ijazah.
Konflik ini bermula setelah Rismon, yang sebelumnya bersama Roy Suryo dan dr. Tifauzia Tyassuma (dr. Tifa) mempertanyakan keaslian ijazah Jokowi berdasarkan analisis forensik, berubah haluan. Rismon bahkan bertemu Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dan menyatakan kesiapannya membuktikan bahwa ijazah Sarjana Jokowi dari Universitas Gadjah Mada adalah asli melalui berbagai metode pemeriksaan, termasuk keberadaan watermark dan embos.
Rismon juga menantang Roy Suryo cs untuk adu argumen terbuka dan mengaku lebih baik dicap sebagai “pengkhianat” daripada menyembunyikan kebenaran hasil penelitian terbarunya. Namun, kubu Roy Suryo menolak tantangan tersebut, dengan kuasa hukum mereka menyebut Rismon sebagai pengkhianat yang tidak layak diladeni.
Roy Suryo sebelumnya mengaku telah diblokir akses komunikasinya oleh Rismon sejak pertengahan Maret 2026. Ia menegaskan tetap melanjutkan perjuangan tanpa mengikuti langkah Rismon, meski hubungan keduanya kini retak.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan langsung dari Rismon Sianipar atas ejekan terbaru Roy Suryo. Polemik ini terus menjadi perhatian publik di tengah proses hukum terkait kasus ijazah yang melibatkan sejumlah pihak.











