Scroll untuk baca artikel
BeritaPekerja Migran Indonesia

Nasib Tragis Siti Nurleli di Arab Saudi: Misteri Sosok Hj. Romlah dan Jaringan Sindikat TPPO

388
×

Nasib Tragis Siti Nurleli di Arab Saudi: Misteri Sosok Hj. Romlah dan Jaringan Sindikat TPPO

Sebarkan artikel ini

Pekerja Migran Indonesia Asal Tangerang

​Dpnews Indonesia || Tanggerang – Jerit tangis Pekerja Migran Indonesia (PMI) kembali menggema dari tanah Arab. Siti Nurleli (28), warga Kecamatan Mauk, Kabupaten Tangerang, dilaporkan tengah berada dalam kondisi memprihatinkan di Syarekah Asad, Arab Saudi. Hingga Sabtu (07/03/2026), wanita kelahiran 1996 ini dikabarkan terpuruk tanpa jaminan kesehatan dan ketiadaan jatah pangan yang layak.

​Siti Nurleli berangkat ke Arab Saudi untuk bekerja sebagai Asisten Rumah Tangga (ART). Namun, keberangkatannya diduga kuat dilakukan secara non-prosedural atau ilegal. Saat ini, Siti seolah terjebak dalam sistem “jual putus”, di mana pihak yang memproses keberangkatannya mendadak hilang tanpa jejak saat korban membutuhkan pertolongan.

Baca juga :  Ribuan Buruh Gelar Aksi May Day di Depan Gedung DPR RI

Keterangan gambar foto ilustrasi

​Kondisi Siti di Syarekah Asad sangat mengkhawatirkan. Tanpa perlindungan medis dan akses logistik yang memadai, nyawa dan kesejahteraan warga Banten ini kini berada di ujung tanduk.

Baca juga :  KPK Gerak Cepat Awasi Pengadaan Barang Program Sekolah Rakyat

Berdasarkan penelusuran tim redaksi DpNews Indonesia, muncul nama Hj. Romlah yang disebut-sebut sebagai aktor di balik proses keberangkatan Siti Nurleli. Namun, identitas asli sosok ini masih menjadi teka-teki.

Muncul spekulasi di tengah publik bahwa nama tersebut hanyalah figur imajiner atau kamuflase yang digunakan oleh jaringan sindikat Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO). Ada dugaan kuat keterlibatan perusahaan tertentu yang memanfaatkan tren pengiriman tenaga kerja ilegal dengan modus yang semakin rapi dan terorganisir.

Baca juga :  Kepsek SD-SMP Satu Atap Sinargalih III, Diduga Tak Transparansi Soal Pengelolaan Kegiatan Revitalisasi

Kasus ini memicu kritik tajam terhadap lemahnya pengawasan di garda terdepan pintu keluar negeri. Publik mempertanyakan bagaimana WNI bisa terus “terjual” di negara penempatan jika sistem penyaringan kunjungan ke luar negeri berjalan maksimal.

​”Ada mata rantai yang terputus seolah pelaku di lapangan kebal hukum. Praktik yang mengarah pada TPPO ini seringkali dianggap remeh, padahal dampaknya adalah penderitaan nyata bagi para korban,” ungkap salah satu pengamat pekerja migran.

Baca juga :  Ormas Banaspati Bagikan Takjil Dan Santuni Anak Yatim Di Bulan Suci

Kini, pertanyaan besar menyelimuti nasib Siti Nurleli: Akankah pemerintah dan instansi terkait mampu memutus rantai birokrasi yang rumit untuk menyelamatkannya? Publik mendesak tindakan cepat agar Siti segera dievakuasi dan aktor intelektual di balik keberangkatannya diseret ke meja hijau.

​Hingga berita ini diturunkan, pihak keluarga dan masyarakat luas masih menantikan langkah nyata dari KBRI di Arab Saudi serta Kementerian Ketenagakerjaan untuk memulangkan Siti Nurleli ke tanah air.

Baca juga :  Berikan Keamanan dan Kenyamanan Saat Libur Lebaran, Polsek Pebayuran Membuka Penitipan Kendaraan
Facebook Comments Box
error: Content is protected !!