Dpnews Indonesia || Tanggerang – Jerit tangis Pekerja Migran Indonesia (PMI) kembali menggema dari tanah Arab. Siti Nurleli (28), warga Kecamatan Mauk, Kabupaten Tangerang, dilaporkan tengah berada dalam kondisi memprihatinkan di Syarekah Asad, Arab Saudi. Hingga Sabtu (07/03/2026), wanita kelahiran 1996 ini dikabarkan terpuruk tanpa jaminan kesehatan dan ketiadaan jatah pangan yang layak.
Siti Nurleli berangkat ke Arab Saudi untuk bekerja sebagai Asisten Rumah Tangga (ART). Namun, keberangkatannya diduga kuat dilakukan secara non-prosedural atau ilegal. Saat ini, Siti seolah terjebak dalam sistem “jual putus”, di mana pihak yang memproses keberangkatannya mendadak hilang tanpa jejak saat korban membutuhkan pertolongan.

Kondisi Siti di Syarekah Asad sangat mengkhawatirkan. Tanpa perlindungan medis dan akses logistik yang memadai, nyawa dan kesejahteraan warga Banten ini kini berada di ujung tanduk.
Berdasarkan penelusuran tim redaksi DpNews Indonesia, muncul nama Hj. Romlah yang disebut-sebut sebagai aktor di balik proses keberangkatan Siti Nurleli. Namun, identitas asli sosok ini masih menjadi teka-teki.
Muncul spekulasi di tengah publik bahwa nama tersebut hanyalah figur imajiner atau kamuflase yang digunakan oleh jaringan sindikat Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO). Ada dugaan kuat keterlibatan perusahaan tertentu yang memanfaatkan tren pengiriman tenaga kerja ilegal dengan modus yang semakin rapi dan terorganisir.
Kasus ini memicu kritik tajam terhadap lemahnya pengawasan di garda terdepan pintu keluar negeri. Publik mempertanyakan bagaimana WNI bisa terus “terjual” di negara penempatan jika sistem penyaringan kunjungan ke luar negeri berjalan maksimal.
”Ada mata rantai yang terputus seolah pelaku di lapangan kebal hukum. Praktik yang mengarah pada TPPO ini seringkali dianggap remeh, padahal dampaknya adalah penderitaan nyata bagi para korban,” ungkap salah satu pengamat pekerja migran.
Kini, pertanyaan besar menyelimuti nasib Siti Nurleli: Akankah pemerintah dan instansi terkait mampu memutus rantai birokrasi yang rumit untuk menyelamatkannya? Publik mendesak tindakan cepat agar Siti segera dievakuasi dan aktor intelektual di balik keberangkatannya diseret ke meja hijau.
Hingga berita ini diturunkan, pihak keluarga dan masyarakat luas masih menantikan langkah nyata dari KBRI di Arab Saudi serta Kementerian Ketenagakerjaan untuk memulangkan Siti Nurleli ke tanah air.











