Scroll untuk baca artikel
BeritaNasional

Safari Ramadhan Bersama Reses Anggota DPR Komisi XII Ir.Ateng Sutisna di DPD PKS Majalengka

205
×

Safari Ramadhan Bersama Reses Anggota DPR Komisi XII Ir.Ateng Sutisna di DPD PKS Majalengka

Sebarkan artikel ini

Dpnews Indonesia || Majalengka – Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kabupaten Majalengka menggelar Safari Ramadhan dengan mengusung tema “ Ramadhan Bulan Kemanusiaan : Berbagi, Menggunakan, Memulihkan sekaligus reses Anggota Dewan Komisi XII dari Fraksi PKS, Ir. Ateng Sutisna, digelar di DPD PKS Kabupaten Majalengka (24/2/2026).

Safari Ramadhan ini merupakan program nasional DPP PKS yang dilaksanakan di seluruh tingkatan, dan kali ini menjadi kegiatan yang pertama di Majalengka sebelum ke dapil Sumedang dan Subang dengan menggelar buka bersama struktur organisasi dan pelopor.

Baca juga :  Yuli, Bongkar Dugaan Perbudakan Modern TKW di Syarikah Nazda Arab Saudi

Saat dikonfirmasi terkait proyek Geothermal Gunung Tampomas Kabupaten Sumedang, Ir. Ateng Sutisna menyampaikan bahwa proyek tersebut sedang dalam proses tender calon investor.

Tahapan selanjutnya akan meliputi sosialisasi, penyusunan dokumen AMDAL, serta perencanaan eksplorasi dan eksploitasi.

Baca juga :  Satlantas Polres Metro Bekasi Temukan Obat Keras Tanpa Izin Edar Dalam Hunting Tilang Manual

Namun, ia menilai pemerintah pusat terlalu tergesa-gesa tanpa pendekatan yang arif, mengingat masyarakat Tampomas telah menolak proyek serupa pada awal tahun 2026 dan hingga kini masih belum dapat menerima. Minggu lalu, ia juga telah menemui tokoh masyarakat sekitar Tampomas yang secara jelas menyampaikan penolakan mereka.

“Dalam kunjungan kerja ke Jawa Barat bersama Direktur Jenderal Ketenagaan Listrikan dan Direktur PBT (Energi Baru dan Terbarukan), saya telah menyampaikan bahwa sebaiknya pemerintah dan investor terlebih dahulu melakukan komunikasi dengan masyarakat sekitar Tampomas. Mereka yang akan merasakan dampak positif dan negatifnya, sehingga jika belum paham akan manfaatnya, informasi tentang dampak negatif yang beredar akan semakin memperkuat penolakan,” ujarnya.

Baca juga :  Pemprov Jabar Permudah Bayar Pajak Kendaraan Bermotor, Kini Cukup Bawa STNK

Ateng juga mengangkat permasalahan terkait Corporate Social Responsibility (CSR) dari perusahaan geotermal yang sudah beroperasi di beberapa daerah seperti Dieng, Drajat, dan Gunung Salak.

Ia menyampaikan masih ada keluhan masyarakat bahwa kehadiran proyek geotermal belum memberikan manfaat yang nyata, bahkan justru menimbulkan kekhawatiran terkait bau belerang, kebisingan, penurunan ketersediaan air, dan longsor. Ironisnya, beberapa kampung di sekitar Gunung Salak bahkan belum mendapatkan pasokan listrik padahal proyek tersebut bertujuan untuk pembangkit listrik.

Baca juga :  Jeritan PMI di Irak Kian Santer, Aktivis Dpnews Indonesia Desak Evakuasi Massal dari Perbudakan Modern

“Kondisi seperti itu membuat masyarakat di daerah lain dengan potensi geothermal, termasuk sekitar Gunung Ciremai di dapil saya, cenderung untuk tidak serta-merta menerima proyek serupa. Meskipun Presiden Prabowo menekankan pentingnya swasembada energi dan geotermal merupakan sumber energi yang ramah lingkungan, namun pemahaman masyarakat tentang hal ini masih sangat kurang,” jelasnya.

Baca juga :  Bupati Cianjur Wahyu Ferdian Terima Audiensi Pengurus Badan Amil Zakat

Ia menegaskan bahwa pemerintah dan investor harus melakukan sosialisasi yang mendalam, melibatkan tokoh masyarakat dan kader dari berbagai pihak dengan transparansi yang jelas.

“Meskipun saya berada dalam koalisi dengan Presiden, namun kehadiran investor harus benar-benar membawa manfaat bagi masyarakat,” tegas Ir. Ateng Sutisna.

Baca juga :  Layanan Pangkas Rambut Gratis Bagi Anak-anak Papua dari Satgas Yonif 323 Buaya Putih
Facebook Comments Box
error: Content is protected !!