Scroll untuk baca artikel
BeritaNasional

Study Tour Tradisi Lama Yang Bebani Wali Murid dan Timbulkan Polemik

854
×

Study Tour Tradisi Lama Yang Bebani Wali Murid dan Timbulkan Polemik

Sebarkan artikel ini

Dpnews Indonesia || Bekasi – Program tour pendidikan yang digelar sejumlah sekolah untuk siswa menjelang kelulusan tahun 2025 menuai Kontroversi. Meski dianggap mampu meningkatkan wawasan siswa. Kegiatan ini mendapat protes dari sebagian wali murid yang keberatan dengan biaya yang dibebankan. Selasa, 11/1/2025.

SMAN 1 Cikarang Timur. dengan biaya Rp. 2.300.000/siswa bagi kelas 12, yang akan mengadakan acara perpisahan ke Malang Jawa Timur. Dan bagi yang tidak ikut wajib mengerjakan tugas karya ilmiah di beberapa titik kampus terdekat minimal 10 kampus.

Baca juga :  Penetapan Dini Diana Farida SH Sebagai Direktur LBH Cianjur Masa Bhakti 2025-2028

Sejumlah wali murid merasa keberatan dengan pembiayaan tersebut salah satunya  Salim selaku wali murid SMAN 1 Cikarang Timur, karena tidak sejalan dengan kondisi ekonomi mereka.

“Kami sebagai wali murid tidak menolak program belajar diluar sekolah, tapi biaya sebesar itu sangat membebankan. Kami masih memiliki kebutuhan lain yang harus dipenuhi,” ungkap Salim.

“Saya sih mengusulkan sebaiknya study tour maupun perpisahan sekolah dianggarkan oleh pemerintah, musibah kecelakaan maut SMK Lingga Kencana bisa dijadikan momentum mengevalusi kegiatan study tour maupun perpisahan,” pungkasnya.

Baca juga :  Deklarasi Warga Sumbagsel Mendukung BN Holik dan Faizal Sebagai Cabup dan Cawabup Bekasi

Polemik ini juga memunculkan isu terkait larangan pungutan dalam dunia pendidikan. Berdasarkan Permendikbudritek no. 6 tahun 2021 dan Permendikbud No 75 tahun 2016. Sekolah yang menerima dana BOS dilarang melakukan pungutan, kecuali atas dasar sukarela dan kesepakatan bersama. Namun, pihak sekolah berargumen bahwa kegiatan ini merupakan permintaan siswa yang ingin mendapatkan pengalaman belajar langsung diluar lingkungan sekolah.

Dengan adanya pro dan kontra, transparansi dan komunikasi yang baik antara sekolah, siswa dan wali murid menjadi sangat penting. Musyawarah bersama dinilai dapat menjadi solusi agar kegiatan pendidikan seperti ini tidak memberatkan pihak tertentu dan tetap berjalan sesuai tujuan.

Baca juga :  Patuhi Intuksi Gubernur Jabar, SMA Al-Jundiyah Gelar Paturay Tineng dan Kenaikan Kelas
Facebook Comments Box
error: Content is protected !!