Dpnews Indonesia || Pentagon diperkirakan akan mengerahkan ribuan tentara dari Divisi Lintas Udara ke-82 (82nd Airborne Division) Angkatan Darat Amerika Serikat ke kawasan Timur Tengah. Jumlah pasukan yang disebutkan berkisar antara 3.000 hingga 4.000 personel, menurut sumber yang mengetahui rencana tersebut.5c847a
Pengerahan ini menambah kekuatan militer AS di wilayah tersebut, di tengah eskalasi konflik yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran yang kini memasuki minggu keempat. Pasukan elite tersebut berbasis di Fort Bragg, North Carolina, dan dikenal sebagai unit respons cepat yang siap diterjunkan dalam waktu singkat.
Menurut laporan Reuters pada 24 Maret 2026, pengiriman ini menyusul pengerahan sebelumnya ribuan Marinir dan pelaut dengan kapal serbu amfibi USS Boxer beserta unit ekspedisi marinirnya, yang telah berlayar ke Timur Tengah. Sebelum tambahan ini, diperkirakan sudah ada sekitar 50.000 pasukan AS di kawasan.
Langkah Pentagon ini terjadi meskipun Presiden Donald Trump menyatakan sedang membuka peluang kesepakatan dengan Tehran untuk mengakhiri konflik. Reuters sebelumnya melaporkan bahwa pemerintahan Trump mempertimbangkan opsi pengerahan pasukan yang lebih luas, termasuk kemungkinan operasi di wilayah Iran.
Konflik yang sedang berlangsung telah memengaruhi pasar global, dengan fluktuasi harga minyak dan kekhawatiran atas stabilitas Selat Hormuz. Belum ada konfirmasi resmi dari Pentagon mengenai jadwal pasti kedatangan pasukan tersebut atau misi spesifik mereka.
Sumber-sumber yang dikutip menekankan bahwa pengerahan ini bertujuan memperkuat postur militer AS di tengah ketegangan yang terus meningkat, sambil tetap mendukung upaya diplomatik yang sedang berjalan.
Artikel ini disusun berdasarkan laporan media internasional per 24–26 Maret 2026 dan dapat diperbarui sesuai perkembangan terkini.











