Scroll untuk baca artikel
BeritaNasional

Warga Babakan Cibanteng Mekargalih Gunakan Tiang Bambu untuk Penyangga Kabel Listrik

206
×

Warga Babakan Cibanteng Mekargalih Gunakan Tiang Bambu untuk Penyangga Kabel Listrik

Sebarkan artikel ini

Dpnews Indonesia || Cianjur – Minimnya tiang listrik di Kampung Babakan Cibanteng, Desa Mekargalih, Kecamatan Cikalongkulon, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat dikeluhkan warga sekitar.

Minimnya tiang listrik ini dikeluhkan para warga karena mereka terpaksa harus menopang kabel yang panjangnya ratusan meter menggunakan bambu yang hanya tertancap di tanah dan pesawahan.

Baca juga :  Bahas Soal Ini, Polres Purwakarta Gelar Rakor Dengan Pengelola Rest Area Di Tol Purbaleunyi

Ketua RT setempat, Adang mengatakan, jika kabel yang membentang dan ditopang bambu sudah puluhan tahun semenjak kampung Babakan Cibanteng itu ada.

“Sudah lama semenjak ada kampung Cibanteng ada,” kata Adang, Jumat, (15/11/25).

Adang menyampaikan ke khawatirannya mengenai kabel yang hanya ditopang bambu. Pasalnya sudah ada korban jiwa yang tersengat listrik.

Baca juga :  Niat Puasa Sunnah Syawal: Lafal Arab, Latin, serta Arti yang Benar

“Ketika angin kencang atau setelah hujan itu banyak bambu yang roboh dan tentu kabelnya juga ikut jatuh, kita hawatir kalau petani lagi nyangkul atau sedang di sawah itu tersengat listrik, karena waktu itu pernah ada korban juga,” ungkapnya.

Adang juga mengatakan bahwa pihaknya sudah mengajukan permohonan untuk pemasangan tiang listrik apalagi saat ini banyak warganya yang ingin memasang KWH.

Baca juga :  Suara BPD Menggema Di Pendopo, Abpednas Sampaikan Aspirasi

“Pengajuan sudah lama pak hanya saja kami mengajukan pemasangan 450 VA yang subsidi tetapi kata PLN saat ini belum bisa yang subsidi,” katanya.

Sementara Kepala Desa Mekargalih, Caca membenarkan adanya persoalan itu dan telah menerima keluhan para warga. Namun dirinya juga sudah berupaya mendorong permintaan pemasangan tiang listrik ke pihak terkait.

Baca juga :  Kapolsek Maja Imbau Supir Truk Agar Tidak Parkir di Atas Jembatan Cilongkrang

“Tentunya Kami berharap pihak terkait segera merealisasikan permohonan pelanggan,” ujarnya.

Disamping itu juga Caca berpesan kepada para warga agar selalu berhati hati ketika menemukan kabel yang jatuh ke tanah.

Baca juga :  Yayasan Nurul Quran At-Tijani Adakan Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1446 H

“Kepada para warga selagi menunggu pemasangan listrik dimohon untuk berhati hati ketika menemukan kabel yang jatuh atau menjuntai ke tanah, karena itu sangat berbahaya, dan mudah mudahan secepatnya permohonan kita dapat segera terealisasi agar tidak ada lagi kekhawatiran kepada para warga Babakan Cibanteng,” pungkasnya.

Terpisah, melalui pesan singkat whatsap, Manager PLN ULP Mande, Try Agung Laksono, menyampaikan jika pihaknya sudah berkoordinasi dengan Kepala Desa Mekargalih dan hampir terakomodir. Hanya saja terkendala karena belum dibukanya layanan pasang baru subsidi.

Baca juga :  Isu Perselingkuhan Kepala Sekolah Campaka Dibantah Kuasa Hukum

“Terkait Cibanteng ya. Sebelumnya sudah koordinasi dengan kades, sudah hampir kami akomodir permohonan warga, cuma memang saat ini masih terkendala karena masih belum dibukanya layanan Pasang Baru subsidi, sehingga untuk saat ini masih belum bisa kami akomodir,” kata Try kepada awak media.

Kendati demikian, Try menambahkan jika data pemohon sudah masuk dan ketika layanan Subsidi sudah dibuka pihaknya akan melanjutkan prosesnya.

Baca juga :  ​Dua PMI Asal Cianjur Diduga Jadi Korban TPPO di Jepang, Gunakan Modus Visa Suaka

“Namun demikian, untuk survey teknik dan RAB serta data pemohon sudah kami rekap, sehingga jika layanan subsidi sudah dibuka akan kami lanjutkan prosesnya,” tambanya.

Try juga menjelaskan jika pemasangan tiang akan dilakukan secara pararel pada saat penyambungan permohonan pemasangan KWH baru.

Baca juga :  Mayoritas Warga Indonesia Siap Bela Negara, Survei LSI Tunjukkan 74,9 Persen Bersedia Ikut Perang

“Perbaikan teknis inshaAllah paralel kami kerjakan pada saat penyambungan permohonan pasang baru,” imbuhnya.

Try Agung Laksono, menerangkan bahwa pada dasarnya PLN siap melayani permohonan pelanggan. Namun karena mayoritas warga hanya bermohon daya 450 VA yang mana saat ini sistem belum bisa mengakomodir.

Baca juga :  Polsek Cipeundeuy dan Kelompok Tani Jatimekar Panen Raya 5 Hektar Jagung Hibrida

“Kami pada dasarnya siap melayani permohonan pelanggan, makanya pada kesempatan pertama kami inisiatif musyawarah langsung dengan warga.
Karena mayoritas warga bermohon daya 450 VA yang mana pada saat ini sistem kami belum bisa mengakomodir, bukan belum dibuka karena warga subsidi, tetapi memang pada saat ini sedang ada penyelarasan data penerima subsidi sehingga agar kedepannya penerima subsidi valid dan sesuai maka untuk sementara layanan subsidi belum bisa terakomodir. PLN siap melayani, makanya itu kami juga kemarin menyempatkan untuk berdiskusi dengan warga,” terangnya.

Baca juga :  Mayoritas Warga Indonesia Siap Bela Negara, Survei LSI Tunjukkan 74,9 Persen Bersedia Ikut Perang
Facebook Comments Box
error: Content is protected !!