Dpnews Indonesia || Cianjur – Warga Hunian Tetap Vila Mande, Desa Mulyasari, Kecamatan Mande Cianjur mengeluhkan bau tak sedap yang muncul diduga akibat kondisi Septic tank yang sudah penuh dan tidak berfungsi optimal.
Pemukiman tersebut merupakan hunian tetap bagi korban gempa Cianjur 2022. Namun, setelah hampir tiga tahun dihuni, septic tank di kawasan itu penuh dan tak pernah disedot, sehingga menimbulkan masalah bau menyengat yang mengganggu kenyamanan serta berpotensi membahayakan kesehatan warga. Ungkap salah satu warga yang enggan disebutkan namanya.
Saat ditemui disalah satu tempat di Kecamatan Pacet Cianjur. Ia mengaku bau menyengat tersebut sudah sering tercium, terutama pada malam hari, ditambah lagi dengan aroma kotoran sapi di sekitar permukiman, sehingga warga khawatir kesehatan anak-anak akan terganggu.
Sumber menambahkan, “Masalah semakin berat karena penyedotan tinja tidak difasilitasi pemerintah. Di tengah kondisi ekonomi yang masih sulit pasca bencana, saya harus merogoh kocek sendiri untuk membayar jasa penyedotan,” ungkap sumber.
“Sekali sedot itu biayanya 850 ribu rupiah. Sementara banyak dari kami masih berjuang memulihkan usaha dan penghasilan setelah gempa,” ucap sumber.
Lanjut sumber Selain berdampak pada kesehatan, persoalan ini juga memicu ketidaknyamanan dalam aktivitas sehari-hari.
Saya berharap pemerintah daerah dan pihak terkait segera turun tangan, baik dengan penyedotan massal maupun pembangunan fasilitas penampungan tinja yang memadai.
“Kami mohon bantuan. Ini bukan hanya soal kenyamanan, tapi juga kesehatan warga yang ada disini,” tegasnya.











