Scroll untuk baca artikel
BeritaPekerja Migran Indonesia

TKW Alami Cedera Lutut, Kenapa Yang di Operasi Perut

658
×

TKW Alami Cedera Lutut, Kenapa Yang di Operasi Perut

Sebarkan artikel ini

Pekerja Migran Indonesia

Dpnews Indonesia || Cianjur – Sebuah fakta menarik menimpa seorang Purna Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, yang pada tiga bulan lalu dipulangkan, ketika berada di negara penempatan Saudi Arabia.

Sebut saja Neng Ulva, warga Desa Mekarsari, Kecamatan Agrabinta yang mengaku telah menjalani operasi empat titik ditubuhnya tanpa tahu apa gejala yang diderita Ulva ketika berada di Syarekah Maharah, tempat wanita kelahiran 1996 ditampung ketika bekerja menjadi Asisten Rumahtangga di Saudi Arabia tersebut.

Baca juga :  Acep-Gina Siap Kontestasi Di Pilkada Karawang 2024 Setelah Lolos Tes Kesehatan

Kepada tim awak media pada Senin 12/05/25, Neng Ulva menceritakan awal terjadinya tindakan medis yang dilakukan Syarekah tersebut ketika janda muda itu pada mulanya mengalami cedera di kaki (lutut) karena jatuh dari tangga.

“Awalnya saya jatuh dari tangga pak, karena sudah beberapa hari saya mengalami sakit sama pihak Syarekah saya di bawa ke rumah sakit, tapi pas ada penindakan dari pihak rumah sakit ternyata saya malah di operasi pak, di perut saya ada empat lobang, satu di puser, satu di ulu hati dua di pinggang,” ucapnya, sambil menunjukan bekas bekas luka tersebut.

Baca juga :  Jeritan PMI di Irak Kian Santer, Aktivis Dpnews Indonesia Desak Evakuasi Massal dari Perbudakan Modern

Neng Ulva pun menceritakan jikalau efek dari pasca operasi itu hingga kini masih dirasakan, diantaranya fisik dia sekarang tidak seperti dulu lagi, sebelum dilakukan tindakan medis tersebut, bahkan mirisnya luka bekas operasi belum sembuh total pihak dari agensi tersebut terus memaksa pahlawan devisa itu untuk terus bekerja.

Baca juga :  Milad ke-2 FERADI WPI Jadi Momentum Peneguhan Jati Diri dan Semangat Kebersamaan

“Saya sekarang sudah tidak bisa normal dalam kegiatan sehari hari pak, saya jadi mudah capek, saya gak normal lagi, bahkan makan pun saya sudah tidak seperti biasanya, saya selalu merasa kenyang, bahkan kalau dipaksakan pun saya hanya sekitar tiga siap dalam satu hari,” ungkapnya.

“Betul pak, disana saya walaupun dalam kondisi sakit saya terus dipaksa kerja sampai sampai saya harus terus gonta ganti majikan, saya trauma pak dan kini sepertinya kondisi badan saya tidak baik baik,” tegasnya.

Baca juga :  TKW Asal Sukabumi Menyelamatkan Diri, Kabur dari Majikan Malah Dimintai Ganti Rugi oleh Pihak Sponsor

Ada yang membuat kita miris dan prihatin , pihak Syarekah tidak memberikan suatu keterangan terkait luka operasi di tubuh Ulva, tidak pernah ada kejelasan rekam medis terkait luka luka operasi  tersebut.

Kini Pahlawan Devisa itu minta adanya keadilan terhadap pihak pihak yang terkait dalam proses pemberangkatan nya ke Saudi Arabia yang diduga secara Unprosedural, Neng Ulva yang kini didampingi aktivis pemerhati Pekerja Migran Indonesia akan terus menelusuri dalang dari perjalanan Ulva hingga berada di Arab Saudi dan akan melalukan tindakan Hukum.

Baca juga :  Titik Nadir Eksploitasi PMI di Irak: Terperangkap TPPO dan Tebusan Ribuan Dollar
Facebook Comments Box
error: Content is protected !!