Scroll untuk baca artikel
BeritaEkonomiKesehatan

Hidup Sebatang Kara Melawan Gagal Ginjal Tanpa Tersentuh Bantuan Pemerintah

323
×

Hidup Sebatang Kara Melawan Gagal Ginjal Tanpa Tersentuh Bantuan Pemerintah

Sebarkan artikel ini

Dpnews Indonesia || Majalengka – Pahitnya garis kehidupan dialami oleh Asep Wahyudi (53), atau yang akrab disapa Abah Sohdo, warga Dusun Sukamurni, Desa Maja Selatan, Kecamatan Maja, Kabupaten Majalengka.

Di usia senjanya, ia harus berjuang seorang diri melawan penyakit gagal ginjal kronis di tengah himpitan ekonomi yang mencekik.

Baca juga :  Dugaan Pelanggaran Perda, Stadium Billiard dan Cafe Disdag dan Dispar Makassar Angkat Bicara

​Berjuang Sendiri demi Bertahan Hidup
​Kondisi kesehatan Abah Sohdo kian memprihatinkan. Setiap minggunya, ia diwajibkan menjalani prosedur cuci darah sebanyak dua kali untuk menyambung hidup.

Tanpa pekerjaan tetap dan fisik yang kian melemah, aktivitas medis rutin ini menjadi beban yang sangat berat baginya.

Baca juga :  Donald Trump Ultimatum Iran Untuk Buka Selat Hormuz Secara Penuh

​Yang lebih memilukan, Abah Sohdo menjalani hari-harinya sebatang kara. Jauh dari sanak keluarga, ia terpaksa mengurus segala kebutuhannya sendiri, mulai dari keperluan dapur hingga urusan berobat ke rumah sakit, meski kondisinya sering kali tidak stabil.

​Luput dari Perhatian Pemerintah
​Meski kondisi ekonominya sangat sulit dan riwayat penyakitnya tergolong berat, Abah Sohdo mengaku belum pernah sekalipun menerima bantuan sosial dari pemerintah, baik itu bantuan tunai, sembako, maupun jaminan kesehatan yang meringankan biaya pengobatannya secara menyeluruh.

Baca juga :  Futsal Piala Bupati Bekasi Resmi Dibuka di Sport Center Delta Mas Cikarang Pusat

​”Saya hanya berharap ada perhatian dari pemerintah. Untuk makan saja susah, apalagi harus bolak-balik cuci darah dua kali seminggu. Saya ingin beban ini sedikit diringankan,” ungkap Abah Sohdo dengan nada lirih saat ditemui di kediamannya pada Rabu, 24/12/25.

Mengetuk Pintu Hati Dermawan dan Pemerintah

Kini, Abah Sohdo hanya bisa pasrah sembari berharap suaranya sampai ke telinga para pemangku kebijakan di Kabupaten Majalengka.

Baca juga :  Disbudpora dan Kormi Adakan Pekan Olahraga Tradisional Nasional 2024

Ia sangat membutuhkan uluran tangan, baik untuk pemenuhan kebutuhan pokok sehari-hari maupun bantuan akses kesehatan yang lebih memadai.

​Kisah Abah Sohdo menjadi potret nyata masih adanya warga kurang mampu yang luput dari pendataan bantuan sosial.

Diharapkan pihak Dinas Sosial maupun pemerintah setempat segera turun tangan untuk memverifikasi kondisi Abah Sohdo agar ia mendapatkan haknya sebagai warga negara yang layak dibantu.

Baca juga :  Bupati Rejang Lebong Muhammad Fikri Thobari Terjaring OTT KPK Terkait Dugaan Suap Proyek
Facebook Comments Box
error: Content is protected !!