Scroll untuk baca artikel
BeritaNasional

Banjir Bandang Kembali Terjang Maninjau, Kabupaten Agam Sumbar

195
×

Banjir Bandang Kembali Terjang Maninjau, Kabupaten Agam Sumbar

Sebarkan artikel ini

Dpnews Indonesia || Agam – Banjir bandang susulan kembali melanda wilayah Maninjau, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam, Sumatera Barat, pada Kamis (25/12/2025) siang.

Kejadian ini dipicu oleh curah hujan tinggi yang menyebabkan luapan Sungai Batang Aia Pisang (atau disebut juga Sungai Muaro Pisang), membawa material lumpur, batu besar, dan potongan kayu ke permukiman warga.

Baca juga :  Usai Libur Lebaran IHSG Berpotensi Mengalami Koreksi atau Pelemahan

Menurut Camat Tanjung Raya Al Hafid, banjir bandang menerjang Jorong Pasar, Nagari Maninjau, menggenangi puluhan rumah dengan air bercampur lumpur dan bebatuan.

Akses jalan penghubung Lubuk Basung-Bukittinggi sempat terganggu dan ditutup sementara akibat material banjir yang menutupi badan jalan. Beberapa warga yang baru saja kembali ke rumah pasca-bencana sebelumnya terpaksa mengungsi lagi.

Baca juga :  Asosiasi Pedagang Pasar Induk Cianjur Minta Tertibkan Pasar Bayangan

“Air disertai material lumpur berbatuan menerjang puluhan rumah di Jorong Pasar Maninjau termasuk jalan utama. Saat ini pemerintah kecamatan dan nagari masih melakukan pendataan tingkat kerusakan rumah,” ujar Al Hafid, seperti dikutip dari berbagai sumber.

Tidak ada laporan korban jiwa maupun luka-luka dalam banjir susulan kali ini. Namun, warga diminta meningkatkan kewaspadaan karena hujan masih berpotensi turun dengan intensitas tinggi di wilayah tersebut.

Baca juga :  MWC PCNU Kabupaten Cianjur Santuni Ratusan Anak Yatim dan Dhuafa

Pemerintah setempat telah mengerahkan alat berat untuk normalisasi sungai pasca-longsor sebelumnya di Kelok 28 yang membuat aliran sungai semakin dangkal.

Kejadian ini menjadi yang ketiga kalinya dalam waktu singkat di kawasan Maninjau, menyusul banjir bandang pada akhir November dan 23 Desember 2025.

Baca juga :  Dedi Corbuzier Digugat Cerai Sabrina Chairunnisa Setelah Tiga Tahun Pernikahan

Kabupaten Agam sendiri masih dalam masa tanggap darurat pasca-bencana hidrometeorologi besar yang menewaskan ratusan jiwa sejak akhir November lalu.

Pihak berwenang mengimbau masyarakat di bantaran sungai untuk segera mengungsi jika mendengar sirine atau peringatan dini, serta menjauhi lokasi rawan longsor dan banjir bandang.

Tim gabungan TNI, Polri, BPBD, dan relawan terus memantau perkembangan situasi di lapangan.

Baca juga :  Sidang Pemeriksaan Ahli Digelar dalam Kasus Korupsi Tata Kelola Minyak Mentah Pertamina
Facebook Comments Box
error: Content is protected !!