Scroll untuk baca artikel
BeritaNasional

Banjir Bandang Kembali Terjang Maninjau, Kabupaten Agam Sumbar

209
×

Banjir Bandang Kembali Terjang Maninjau, Kabupaten Agam Sumbar

Sebarkan artikel ini

Dpnews Indonesia || Agam – Banjir bandang susulan kembali melanda wilayah Maninjau, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam, Sumatera Barat, pada Kamis (25/12/2025) siang.

Kejadian ini dipicu oleh curah hujan tinggi yang menyebabkan luapan Sungai Batang Aia Pisang (atau disebut juga Sungai Muaro Pisang), membawa material lumpur, batu besar, dan potongan kayu ke permukiman warga.

Baca juga :  Pemerintahan Kabupaten Majalengka Gelar Musrenbang RPJMD dan RKPD Tahun 2025 - 2029

Menurut Camat Tanjung Raya Al Hafid, banjir bandang menerjang Jorong Pasar, Nagari Maninjau, menggenangi puluhan rumah dengan air bercampur lumpur dan bebatuan.

Akses jalan penghubung Lubuk Basung-Bukittinggi sempat terganggu dan ditutup sementara akibat material banjir yang menutupi badan jalan. Beberapa warga yang baru saja kembali ke rumah pasca-bencana sebelumnya terpaksa mengungsi lagi.

Baca juga :  Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Cianjur Mendapatkan Penghargaan

“Air disertai material lumpur berbatuan menerjang puluhan rumah di Jorong Pasar Maninjau termasuk jalan utama. Saat ini pemerintah kecamatan dan nagari masih melakukan pendataan tingkat kerusakan rumah,” ujar Al Hafid, seperti dikutip dari berbagai sumber.

Tidak ada laporan korban jiwa maupun luka-luka dalam banjir susulan kali ini. Namun, warga diminta meningkatkan kewaspadaan karena hujan masih berpotensi turun dengan intensitas tinggi di wilayah tersebut.

Baca juga :  Icuk Nugroho, Pemeran Saep 'Bos Copet' di Preman Pensiun, Meninggal Dunia

Pemerintah setempat telah mengerahkan alat berat untuk normalisasi sungai pasca-longsor sebelumnya di Kelok 28 yang membuat aliran sungai semakin dangkal.

Kejadian ini menjadi yang ketiga kalinya dalam waktu singkat di kawasan Maninjau, menyusul banjir bandang pada akhir November dan 23 Desember 2025.

Baca juga :  Warga Tionghoa Cianjur Apresiasi Langkah Bupati untuk Menjaga Kondusifitas Kota

Kabupaten Agam sendiri masih dalam masa tanggap darurat pasca-bencana hidrometeorologi besar yang menewaskan ratusan jiwa sejak akhir November lalu.

Pihak berwenang mengimbau masyarakat di bantaran sungai untuk segera mengungsi jika mendengar sirine atau peringatan dini, serta menjauhi lokasi rawan longsor dan banjir bandang.

Tim gabungan TNI, Polri, BPBD, dan relawan terus memantau perkembangan situasi di lapangan.

Baca juga :  H. Sudiwarsito Biro KPK Tipikor Kabupaten Bekasi Soroti Maraknya Peredaran Narkoba Jenis Tramadol
Facebook Comments Box
error: Content is protected !!