Scroll untuk baca artikel
BeritaEkonomiNasional

Menkeu Purbaya Skakmat Prediksi RI Resesi: “Ekonom-ekonom Amatiran”

139
×

Menkeu Purbaya Skakmat Prediksi RI Resesi: “Ekonom-ekonom Amatiran”

Sebarkan artikel ini

Dpnews Indonesia || Jakarta – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa perekonomian Indonesia masih berada dalam fase ekspansi dan jauh dari ancaman resesi, meskipun terdapat prediksi dari sejumlah pengamat ekonomi yang menyebut sebaliknya.

Dalam keterangannya kepada wartawan usai melakukan sidak ke Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat, pada Senin (9/3/2026), Purbaya membantah anggapan bahwa daya beli masyarakat telah hancur dan pasar sepi. Ia menjadikan keramaian di pasar tradisional tersebut sebagai bukti lapangan bahwa aktivitas ekonomi masih berjalan baik.

Baca juga :  Indonesia Satu-Satunya Negara di Dunia yang Terapkan Campuran Bahan Bakar Solar dengan Minyak Sawit hingga 50%

“Banyak ekonom-ekonom amatiran yang bilang kita sudah resesi, daya beli sudah hancur, pasar sepi hancur, enggak ada yang datang. Saya cek langsung, ramai sekali,” ujar Purbaya, Selasa (10/3/2026).

Ia menambahkan, pelemahan nilai tukar rupiah yang sempat mendekati Rp17.000 per dolar AS dipengaruhi sentimen negatif dari prediksi resesi tersebut, mirip kondisi krisis 1997-1998. Namun, Purbaya menekankan pemerintah telah belajar dari pengalaman masa lalu dan berhasil menjaga pertumbuhan positif, seperti pada krisis global 2008.

Baca juga :  Warga Minta Perusahaan Ayam Petelor Ditutup, Saat Anggota DPRD Bersama Lingkungan Hidup Lakukan Sidak

Berdasarkan data resmi, pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal IV 2025 mencapai 5,39 persen, yang disebut sebagai capaian tertinggi dalam beberapa tahun terakhir. Purbaya menyatakan kondisi saat ini bukan hanya tidak resesi, melainkan masih dalam tahap akselerasi dan ekspansi, dengan daya beli masyarakat terus dijaga secara ketat.

“Jangankan krisis, resesi saja belum. Melambat saja belum, kita masih ekspansi, masih akselerasi,” tegasnya.

Baca juga :  Utari Doriomas Lolos Tahap Selanjutnya Dalam Ajang Seleksi PNS Berprestasi

Purbaya juga menyatakan keyakinan bahwa dengan tim kuat di Kementerian Keuangan, Indonesia mampu mengendalikan dinamika ekonomi, termasuk respons terhadap kenaikan harga minyak dunia akibat ketegangan geopolitik di Timur Tengah. Ia menilai masih terlalu dini untuk mengubah kebijakan APBN secara signifikan.

Pernyataan ini muncul di tengah tekanan pada rupiah dan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dalam beberapa hari terakhir, meskipun fundamental ekonomi nasional dinilai tetap tangguh oleh pemerintah.

Baca juga :  Pelaku Tambang Emas Ilegal Kotanopan Madina Gunakan Alat Berat Seakan Kebal Hukum
Facebook Comments Box
error: Content is protected !!