Scroll untuk baca artikel
BeritaNasional

Niat Puasa Sunnah Syawal: Lafal Arab, Latin, serta Arti yang Benar

173
×

Niat Puasa Sunnah Syawal: Lafal Arab, Latin, serta Arti yang Benar

Sebarkan artikel ini

Dpnews Indonesia || Umat Muslim di Indonesia kini memasuki bulan Syawal 1447 H pasca perayaan Idul Fitri. Salah satu amalan sunnah yang dianjurkan adalah puasa sunnah Syawal, yakni puasa enam hari di bulan Syawal.

Puasa ini memiliki keutamaan besar sebagaimana disebutkan dalam hadis Nabi Muhammad SAW: “Barang siapa berpuasa Ramadhan kemudian mengikutinya dengan puasa enam hari di bulan Syawal, maka seolah-olah ia berpuasa setahun penuh” (HR Muslim).

Baca juga :  Ketum Gawaris Kecam Dugaan Pengancaman Kepada Wartawan Oleh Oknum Kades

Puasa sunnah Syawal dapat dilakukan mulai tanggal 2 Syawal hingga akhir bulan Syawal (sekitar 18 April 2026, tergantung penetapan akhir bulan). Penetapan 1 Syawal 1447 H bervariasi antar organisasi: Muhammadiyah menetapkan Idul Fitri pada Jumat, 20 Maret 2026, sehingga puasa Syawal dapat dimulai Sabtu, 21 Maret 2026.

Sementara itu, versi pemerintah dan NU mengindikasikan Idul Fitri pada Sabtu, 21 Maret 2026, dengan puasa Syawal dimulai Minggu, 22 Maret 2026. Puasa ini boleh dilakukan secara berurutan maupun terpisah-pisah selama belum memasuki bulan berikutnya.

Baca juga :  Rencana Rilis PlayStation 6 Berpotensi Terungkap, Berkat Microsoft

Bacaan Niat Puasa Sunnah Syawal

Niat puasa sunnah Syawal dibaca pada malam hari (sebelum subuh) atau pagi hari sebelum zawal (sebelum zuhur), selama belum makan, minum, atau hal-hal yang membatalkan puasa. Berikut lafal yang umum digunakan:

Niat untuk malam hari (untuk esok hari):

نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ الشَّوَّالِ لِلَّهِ تَعَالَى

Latin: Nawaitu shauma ghadin ‘an adâ’i sunnatis Syawwâli lillâhi ta’âlâ.

Artinya: “Aku berniat puasa sunnah Syawal esok hari karena Allah Ta’ala.”

Baca juga :  Truk Tangki Pertamina Terbakar Hebat di Tol Cisumdawu KM 207, Diduga Dipicu Rem Panas

Niat untuk siang hari (jika belum makan/minum sejak subuh):

نَوَيْتُ صَوْمَ هَذَا الْيَوْمِ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ الشَّوَّالِ لِلَّهِ تَعَالَى

Latin: Nawaitu shauma hâdzal yaumi ‘an adâ’i sunnatis Syawwâli lillâhi ta’âlâ.

Artinya: “Aku berniat puasa sunnah Syawal hari ini karena Allah Ta’ala.”

Baca juga :  Alasan Ribuan Dapur MBG disetop, Kepala BGN: Dari SLHS Hingga Menu Tak Layak

Bagi yang berniat melaksanakan enam hari secara spesifik (misalnya berurutan), dapat menggunakan variasi:

نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ سِتَّةٍ مِنْ شَوَّالٍ لِلَّهِ تَعَالَى

Latin: Nawaitu shauma ghadin ‘an adâ’i sittatin min Syawwâlin lillâhi ta’âlâ.

Artinya: “Aku berniat puasa esok hari untuk menunaikan puasa sunnah enam hari dari bulan Syawal karena Allah Ta’ala.”

Baca juga :  Haryanto SE Caleg Dari Partai Demokrat Mendapatkan Suara Terbanyak di 5 Kecamatan

Niat cukup dalam hati, namun ulama menganjurkan melafalkannya untuk lebih mantap. Puasa sunnah ini tidak boleh dilakukan pada 1 Syawal karena hari raya Idul Fitri diharamkan berpuasa.

Umat Muslim diimbau melaksanakan amalan ini dengan ikhlas untuk menambah pahala pasca Ramadhan. Untuk kepastian tanggal, disarankan mengikuti pengumuman resmi dari Kementerian Agama atau organisasi keagamaan terdekat.

Baca juga :  H. Yusuf Fathullah Fajri jadi Ketua Tim Sukses Bakal Calon Bupati Bekasi H. Faizal Hafan Farid
Facebook Comments Box
error: Content is protected !!