Scroll untuk baca artikel
BeritaNasional

Keistimewaan Hari Jadi DIY dan HUT ke-80 Sri Sultan Hamengkubuwono X

99
×

Keistimewaan Hari Jadi DIY dan HUT ke-80 Sri Sultan Hamengkubuwono X

Sebarkan artikel ini

Dpnews Indonesia || Yogyakarta – Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) baru saja memperingati Hari Jadi ke-271 pada 13 Maret 2026, sementara Sri Sultan Hamengkubuwono X (HB X) genap berusia 80 tahun pada 2 April 2026. Dua momen bersejarah ini menjadi pengingat akan akar budaya dan kepemimpinan yang terus menjaga keistimewaan Yogyakarta.

Hari Jadi DIY diperingati setiap 13 Maret, merujuk pada momentum berdirinya Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat pada 13 Maret 1755. Tahun ini, peringatan mengusung tema “Mulat Sarira Jumangkah Jantraning Laku”, yang mengajak seluruh masyarakat untuk melakukan introspeksi, melangkah maju, dan menjalankan tindakan yang bermakna demi kemajuan daerah. Berbagai kegiatan digelar, termasuk doa bersama, ziarah ke makam leluhur, dan apel di tingkat kalurahan.

Baca juga :  Kodim 0617 Gelar Olahraga Bersama Forkopimda Peringati Hari Infanteri, Hari TKR, dan HUT ke-76 Korem 063/SGJ

Sementara itu, pada Kamis (2/4/2026), ribuan warga dan pamong desa se-DIY mengikuti kirab budaya untuk memperingati HUT ke-80 Sri Sultan Hamengkubuwono X. Kirab yang melintasi kawasan Malioboro hingga Keraton Yogyakarta ini dimulai sekitar pukul 07.30 WIB dan melibatkan sekitar 10.000–12.000 peserta. Polda DIY mengerahkan ratusan personel untuk pengamanan serta menerapkan rekayasa lalu lintas di sekitar Malioboro guna kelancaran acara.

Sri Sultan Hamengkubuwono X, yang lahir pada 2 April 1946 dengan nama Bendara Raden Mas Herjuno Darpito, merupakan Sultan ke-10 Kesultanan Ngayogyakarta Hadiningrat sejak 1989 sekaligus Gubernur DIY sejak 1998. Di usia ke-80, beliau terus dikenal sebagai pemimpin yang menjaga warisan budaya sekaligus mendorong pembangunan daerah yang berbasis kearifan lokal.

Baca juga :  Peluncuran PT Kawan Jari Grup Beserta Logo Resmi Perusahaan

Perayaan ini tidak hanya menjadi ungkapan syukur dan penghormatan, tetapi juga momentum refleksi bagi masyarakat Yogyakarta untuk memperkuat persatuan dan komitmen menjaga nilai-nilai keistimewaan DIY di tengah dinamika zaman.

Acara berlangsung khidmat dan tertib, dengan masyarakat turut serta menyampaikan doa agar Sri Sultan senantiasa diberi kesehatan dan kekuatan dalam mengayomi rakyat.

Baca juga :  Warga Desa Ramasari Sebanyak 45 KPM Mendapat Bantuan Langsung Tunai Dana Desa
Facebook Comments Box
error: Content is protected !!