Scroll untuk baca artikel
BeritaHukum dan Kriminal

Pasutri di Bogor Ditangkap Polisi atas Dugaan Pengoplosan Gas Elpiji Bersubsidi, Rugikan Negara Rp 13,2 Miliar per Bulan

258
×

Pasutri di Bogor Ditangkap Polisi atas Dugaan Pengoplosan Gas Elpiji Bersubsidi, Rugikan Negara Rp 13,2 Miliar per Bulan

Sebarkan artikel ini

Dpnews Indonesia || Bogor – Polres Bogor menangkap sepasang suami istri yang diduga melakukan pengoplosan gas elpiji bersubsidi 3 kilogram ke tabung non-subsidi ukuran 12 kilogram. Praktik ilegal tersebut diperkirakan menyebabkan kerugian negara hingga Rp13,2 miliar per bulan.

Kapolres Bogor AKBP Wikha Ardilestanto menyatakan, kedua pelaku berinisial S (54 tahun) dan H (46 tahun) ditangkap saat sedang melakukan pengoplosan di sebuah lokasi di Desa Dayeuh, Kecamatan Cileungsi, Kabupaten Bogor, pada Jumat (3/4/2026). Penggerebekan juga dilakukan di lokasi lain di Kecamatan Sukaraja.

Baca juga :  PT Eunsung Indonesia Klarifikasi Perihal Keterlambatan Bayar BPJSTK Oleh PT Adhigana Apta

“Modus operandi para pelaku adalah memindahkan isi gas dari empat tabung elpiji subsidi 3 kg ke dalam satu tabung gas non-subsidi ukuran 12 kg,” ujar Wikha, seperti dikutip dari berbagai sumber berita.

Menurut polisi, pelaku membeli tabung gas subsidi 3 kg dengan harga sekitar Rp22.000 per tabung. Setelah dioplos, gas tersebut dijual dalam tabung 12 kg dengan harga Rp249.000 per tabung.

Baca juga :  Ratusan Anjing Pemburu Diamankan Polisi Imbas Bocah Tewas Diserang di Jasinga Bogor, Pemilik Ditersangkakan

Dari aktivitas harian yang menggunakan sekitar 31.500 tabung subsidi, pelaku meraup keuntungan sekitar Rp1,35 miliar per hari. Akibatnya, negara mengalami kerugian sekitar Rp13,2 miliar setiap bulannya karena subsidi gas yang seharusnya dinikmati masyarakat kecil dialihkan untuk kepentingan komersial non-subsidi.

Dari lokasi penggerebekan, polisi menyita ratusan tabung gas serta peralatan yang digunakan untuk proses pengoplosan. Keduanya kini berstatus tersangka dan sedang menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

Baca juga :  Satgas Citarum Sektor 12 Bersihkan Sampah Di Sepanjang Aliran Sungai Cibalagung

Praktik pengoplosan gas bersubsidi ini dinilai merugikan masyarakat karena mengganggu distribusi elpiji subsidi yang ditujukan bagi kelompok ekonomi lemah. Polisi menyebut aksi tersebut juga dilakukan di dua lokasi berbeda di Kabupaten Bogor.

Kasus ini masih diselidiki lebih mendalam untuk mengungkap kemungkinan keterlibatan pihak lain dalam jaringan pengoplosan gas elpiji bersubsidi. Polres Bogor mengimbau masyarakat agar melaporkan jika menemukan indikasi praktik serupa di wilayahnya.

Baca juga :  Sekjen Kemenhut dan Perhutani Perkuat Sinergi, Kesejahteraan Penyadap Pinus Jadi Prioritas
Facebook Comments Box
error: Content is protected !!