Scroll untuk baca artikel
BeritaEkonomi

Nusantara Halid dan Grand Seleron Investama Investasikan Rp 10 Triliun untuk Pabrik Truk Listrik Pertama di Indonesia

195
×

Nusantara Halid dan Grand Seleron Investama Investasikan Rp 10 Triliun untuk Pabrik Truk Listrik Pertama di Indonesia

Sebarkan artikel ini

Dpnews Indonesia || Jakarta – Nusantara Halid Group (NH Group) dan PT Grand Seleron Investama (atau Gran Seleron Investama) berkolaborasi mewujudkan investasi senilai Rp 10 triliun untuk mendirikan pabrik truk listrik, alat berat, serta barge pertama di Indonesia. Proyek ini direncanakan dengan merelokasi fasilitas produksi Cang Kuang Mining Machinery (CKMM) dari Changzhou, China, ke Kawasan Industri Krakatau di Cilegon, Banten.

Kesepakatan akuisisi lahan industri seluas 8 hektare telah ditandatangani pada 26 Februari 2026 antara PT Krakatau Sarana Infrastruktur (KSI) dan PT Almas Mandiri Anugerah, anak usaha Grand Seleron Investama. Lahan tersebut akan diperluas hingga 50 hektare, dengan nilai investasi lahan mencapai Rp 1,2 triliun.

Baca juga :  Front Aksi Mahasiswa Soroti Paket Fantastis dan Pungli di Disdukcapil Cianjur

Andy Nursyam Halid, Direktur PT Nusantara Halid, menyatakan bahwa NH Group turut melibatkan mitra dari China untuk mendukung rantai pasok. Salah satunya adalah Global Mainstream Dynamic Energy Technology Ltd. yang akan memasok Battery Energy Storage (BES) untuk kebutuhan pabrik. Perusahaan ini juga telah menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) dengan NH Group untuk pengembangan pasar BES di Indonesia.

Selain itu, NH Group sedang melakukan negosiasi dengan Hunan Iron & Steel Group (HISG) asal China untuk pasokan baja murni yang akan diolah menjadi bahan baku truk listrik, alat berat, dan barge, bekerja sama dengan PT Krakatau Steel. Delegasi KSI telah melakukan kunjungan ke pabrik CKMM di Changzhou pada 3 April 2026 untuk melihat langsung teknologi pengisian daya listrik, di mana satu jam pengisian mampu membuat truk beroperasi hingga 12 jam.

Baca juga :  Perayaan Hari Jadi, Di HUT Ke-40 Desa Lambangsari

Proyek ini diharapkan menjadi tonggak penting dalam pengembangan industri kendaraan listrik komersial di Indonesia, sekaligus mendukung transisi energi dan penciptaan lapangan kerja. Pengumuman kolaborasi ini disampaikan di Jakarta pada 16 April 2026.

PT Gran Seleron Investama sendiri dikenal fokus pada pengembangan aluminium canggih, energi, serta logistik listrik, dengan visi memperkuat rantai pasok manufaktur dalam negeri berbasis sumber daya alam Indonesia.

Baca juga :  Koramil 1906 Sukartani Melakukan Pembersihan di Sekitaran Pasar Anyar
Facebook Comments Box
error: Content is protected !!