Scroll untuk baca artikel
BeritaInternasional

Jepang Keluarkan Peringatan Risiko Gempa Mega Usai Guncangan Magnitudo 7,7

56
×

Jepang Keluarkan Peringatan Risiko Gempa Mega Usai Guncangan Magnitudo 7,7

Sebarkan artikel ini

Dpnews Indonesia || Tokyo – Jepang diguncang gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 di lepas pantai timur laut pada Senin (20 April 2026) sore waktu setempat. Gempa ini memicu peringatan tsunami sementara yang kemudian dicabut, disertai peringatan khusus mengenai peningkatan risiko gempa besar (megaquake) di wilayah utara.

Menurut Badan Meteorologi Jepang (JMA), pusat gempa berada di perairan Pasifik lepas pantai Prefektur Iwate, dengan kedalaman dangkal. Guncangan dirasakan kuat hingga Tokyo, ratusan kilometer dari episentrum, dan menyebabkan beberapa layanan kereta peluru (shinkansen) dihentikan sementara serta penutupan sebagian jalan tol.

Baca juga :  Dua Gol Cantik Marselino Ferdinan Raih Tiga Poin Perdana Timnas Indonesia

Peringatan tsunami awalnya dikeluarkan untuk wilayah pesisir utara, dengan prediksi gelombang setinggi hingga 3 meter. Namun, gelombang tsunami yang tercatat hanya mencapai maksimal 80 sentimeter di beberapa pelabuhan, seperti di Kuji. Peringatan tersebut kemudian diturunkan menjadi advisory sebelum akhirnya dicabut sepenuhnya. Tidak ada laporan korban jiwa atau kerusakan signifikan hingga saat ini.

Pemerintah Jepang melalui JMA dan Kantor Kabinet mengeluarkan advisory khusus untuk risiko gempa mega (magnitudo 8,0 atau lebih) di sepanjang parit Jepang dan Chishima. Risiko tersebut dinilai meningkat menjadi sekitar 1 persen dalam satu minggu ke depan, dibandingkan 0,1 persen pada kondisi normal. Advisory ini mencakup sekitar 182 kota dan kabupaten di tujuh prefektur, mulai dari Hokkaido hingga Chiba. Ini merupakan advisory kedua sejak sistem tersebut diberlakukan pada akhir 2022.

Baca juga :  Ketum IJTI: Disrupsi Mengguncang, Jurnalis Harus Tetap Tegak

Warga diimbau tetap waspada, menyiapkan perlengkapan darurat untuk setidaknya satu minggu, serta menghindari wilayah pesisir. Perdana Menteri Jepang juga menekankan pentingnya kesiapsiagaan menghadapi kemungkinan gempa susulan atau gempa yang lebih besar.

Hingga Selasa pagi (21 April 2026), situasi masih dipantau ketat oleh otoritas Jepang. Masyarakat diminta mengikuti update resmi dari JMA dan pemerintah setempat. Jepang berada di Cincin Api Pasifik, sehingga sering mengalami aktivitas seismik tinggi dan memiliki sistem peringatan dini yang canggih.

Baca juga :  Babinsa Koramil Jatiwangi Dampingi Ibu Bupati Majalengka Serahkan Kursi Roda untuk Warga Burujul Kulon
Facebook Comments Box
error: Content is protected !!