Dpnews Indonesia || Jember – Universitas Jember (UNEJ) tidak dapat membangun Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur Program Makan Bergizi Gratis (MBG) pada tahun 2026 ini. Rektor UNEJ, Iwan Taruna, menyatakan keputusan tersebut disebabkan keterbatasan anggaran yang sudah disahkan sebelumnya.
Menurut Iwan Taruna, pembangunan satu unit SPPG memerlukan investasi besar, berkisar Rp 1,5 miliar hingga Rp2 miliar untuk pembangunan dapur dan peralatan pendukung. “Anggaran untuk tahun ini sudah diketok sebelumnya, sehingga tahun ini kita belum ada anggarannya,” ujarnya baru-baru ini.
UNEJ saat ini masih melakukan kajian internal mendalam terkait peluang pembangunan SPPG. Rektor menegaskan bahwa pihaknya memandang program ini sebagai peluang kolaborasi dengan pemerintah, namun memerlukan perencanaan matang mencakup infrastruktur, tata kelola, dan kesiapan sumber daya. Kajian paling cepat dapat rampung tahun depan.
Sejauh ini, beberapa perguruan tinggi lain seperti Universitas Hasanuddin (Unhas) dan IPB University telah lebih dulu terlibat dalam pendirian SPPG sebagai bentuk dukungan terhadap program prioritas nasional MBG. UNEJ sendiri belum mengambil keputusan final dan terus memantau perkembangan.











