Dpnews Indonesia || Majalengka – Menanggapi peringatan Badan Meteorologi dan Geofisika ( BMKG) terkait ancaman musim kemarau panjang , Paguyuban Siliwangi Majakuning bergerak cepat melakukan aksi pelestarian alam. Organisasi masyarakat ini menginisiasi pembuatan sekat bakar sepanjang 15 kilometer guna mengantisipasi bencana kebakaran hutan dan lahan ( Karhutla)
Ketua Paguyuban Siliwangi Majakuning H.Nandar, menjelaskan bahwa program sekat bakar ini dirancang dengan lebar 2 meter, Langkah preventif ini dinilai sangat krusial demi melindungi kawasan hijau dari sebaran api yang kerap dipicu oleh cuaca ekstrem selama musim kemarau.
“Kami tidak ingin kecolongan. Berdasarkan informasi cuaca dari BMKG , musin kemarau kali ini akan cukup panjang dan kering. Sekat bakar sepanjang 15 Km dengan lebar 2 meter ini merupakan komitmen nyata kami dalam melestarikan alam dan mencegah bencana kebakaran,” ujar H.Nandar saat memberikan keterangan kepada Dpnews Indonesia, Rabu ( 20/5/2026).
Dalam pelaksanaannya program lingkungan ini melibatkan 70 orang relawan. Anggota tersebut merupakan gabungan warga setempat yang berasal dari empat desa penyangga di sekitar kawasan hutan.
Empat Desa yang terlibat aktif dalam aksi gotong royong ini meliputi:
- Desa Argamukti
- Argalingga
- Cikaracak
- Desa Payung
Keterlibatan masyarakat dari empat desa ini diharapkan mampu mempercepat proses pengerjaan sekaligus meningkatkan kesadaran warga sekitar akan pentingnya menjaga ekosistem hutan. H.Nandar menambahkan, Paguyuban Silihwangi Majakuning akan terus mengawal berbagai program pelestarian alam demi menjaga keseimbangan ekosistem dan sumber daya air di wilayah Majakuning.











