Dpnews Indonesia || Cianjur – Satgas Citarum Harum Sektor 6 terus mengintensifkan pengawasan terhadap perusahaan yang beroperasi di wilayah aliran Sungai Citarum. Kali ini, tim monitoring dan pembinaan menyambangi PT Tirta Fresindo Jaya Plant Cianjur yang berlokasi di Jl Baru Jonggol KM 17, Kp. Pasircangkudu, Desa Sindangraja, Kecamatan Sukaluyu, Kabupaten Cianjur.
Kunjungan tersebut dipimpin langsung oleh Dansektor 6 Citarum Harum, Kolonel Inf Jhonson Mangasitua Sitorus. Ia hadir bersama jajaran, di antaranya Dansub Sektor 3 wilayah Ciranjang dan Sukaluyu, serta Ba OPS Sektor 6. Kehadiran pimpinan sektor menunjukkan keseriusan Satgas dalam memastikan kepatuhan industri terhadap program pelestarian DAS Citarum.
Pihak perusahaan menyambut baik kedatangan tim Satgas. Hadir dalam pertemuan tersebut Factory Manager PT Tirta Fresindo Jaya, Wahyu Anto Trianto. Turut mendampingi, Agil Euis Setiawati dari bagian Quality System, Ferry Marcellino selaku Departement Head IRGA, dan Andiko Widyadhana dari divisi HSE. Pertemuan berlangsung dalam suasana dialog dan terbuka.
Fokus utama kegiatan kali ini adalah pembinaan terkait pengelolaan Instalasi Pengolahan Air Limbah atau IPAL pabrik. Tim Sektor 6 mengecek langsung sistem, kapasitas, dan efektivitas IPAL yang digunakan perusahaan dalam mengolah limbah produksi sebelum dibuang ke lingkungan.
Dalam arahannya, Kolonel Inf Jhonson mangasitua Sitorus menekankan bahwa IPAL bukan sekadar kewajiban administratif, tetapi tanggung jawab moral terhadap masyarakat dan kelestarian sungai. Ia mengingatkan agar standar operasional IPAL dijaga secara konsisten, tidak hanya saat ada monitoring, tetapi setiap hari.
Wahyu Anto Trianto menyampaikan apresiasi atas pembinaan yang diberikan. Ia menyatakan pihak manajemen berkomitmen untuk terus meningkatkan kinerja IPAL dan memastikan seluruh proses produksi berjalan sesuai regulasi lingkungan. Menurutnya, koordinasi dengan Satgas sangat membantu perusahaan dalam menjaga kepatuhan.
Dari sisi sistem mutu, Agil Euis Setiawati menjelaskan bahwa perusahaan sudah memiliki prosedur pemantauan kualitas air limbah secara berkala. Sementara itu, Ferry Marcellino menambahkan bahwa aspek hubungan industrial dan tanggung jawab sosial perusahaan juga menjadi perhatian agar operasional pabrik selaras dengan kepentingan masyarakat sekitar.
Andiko Widyadhana dari HSE memaparkan langkah-langkah mitigasi risiko lingkungan yang telah diterapkan. Ia menyebut pentingnya budaya K3 dan kepedulian lingkungan ditanamkan kepada seluruh karyawan, agar setiap lini produksi memahami dampaknya terhadap Sungai Citarum.
Kegiatan ditutup dengan sesi silaturahmi dan koordinasi lanjutan antara Satgas Citarum Harum Sektor 6 dengan manajemen PT Tirta Fresindo Jaya. Kedua belah pihak sepakat untuk menjaga komunikasi intensif, saling bertukar informasi, dan bersama-sama menjaga kebersihan serta kelestarian DAS Citarum agar manfaatnya dapat dirasakan generasi mendatang.











