Dpnews Indonesia || Jakarta – Pencak silat, seni bela diri asli Indonesia, terus didorong untuk tampil di kancah Olimpiade. Target utama adalah keikutsertaan sebagai cabang ekshibisi pada Olimpiade Los Angeles 2028, sekaligus langkah awal menuju pengakuan penuh sebagai olahraga resmi.
Pengurus Besar Ikatan Pencak Silat Indonesia (PB IPSI) menetapkan target ini sebagai agenda prioritas dalam Musyawarah Nasional (Munas) XVI IPSI yang berlangsung baru-baru ini. Presiden Prabowo Subianto, yang juga menjabat sebagai Presiden Persatuan Pencak Silat Antarabangsa (PERSILAT), turut hadir dan memberikan dukungan penuh terhadap upaya tersebut.
Menurut PB IPSI, pencak silat saat ini telah berkembang di lebih dari 80 negara. Upaya diplomasi olahraga terus dilakukan, termasuk demonstrasi di sela Olimpiade Paris 2024 di hadapan perwakilan National Olympic Committees (NOCs) dari berbagai negara. Target jangka pendek adalah memastikan pencak silat tampil sebagai ekshibisi di LA 2028, sebelum berpotensi menjadi cabang resmi pada edisi berikutnya.
Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) serta Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) juga terlibat aktif dalam menyusun roadmap pencak silat. Menteri Pemuda dan Olahraga Dito Ariotedjo menyatakan bahwa pencak silat menjadi salah satu prioritas dalam Desain Besar Olahraga Nasional (DBON).
“Pencak silat bukan hanya olahraga, tetapi juga representasi identitas bangsa yang perlu dipromosikan secara global,” ujar Prabowo dalam kesempatan terkait.
Saat ini, pencak silat belum termasuk dalam daftar cabang resmi Olimpiade LA 2028. Namun, proses pengakuan dari Komite Olimpiade Internasional (IOC) terus dijalankan melalui PERSILAT, dengan harapan pencapaian status anggota IOC pada 2027.
Perkembangan ini mencerminkan komitmen bersama antara pemerintah, federasi nasional, dan internasional untuk membawa warisan budaya Indonesia ke panggung dunia tertinggi olahraga.











