Dpnews Indonesia || Sukabumi – Kerinduan mendalam akan akses jalan yang layak terus dirasakan oleh warga Kampung Cisuren, Desa Cipamingkis, Kecamatan Cidolog, Kabupaten Sukabumi. Hingga saat ini, kondisi jalan yang memprihatinkan memaksa warga harus bertaruh nyawa setiap kali beraktivitas, terutama saat memasuki musim penghujan.
Medan Ekstrem dan Ancaman Kecelakaan
Akses menuju Kampung Cisuren jauh dari kata normal jika dibandingkan dengan desa-desa lain di wilayah Kabupaten Sukabumi. Selain tanjakan yang curam dan dipenuhi bebatuan besar, sepanjang jalur tersebut didominasi oleh tanah merah.
Kondisi ini menjadi ancaman nyata bagi keselamatan pengguna jalan. Saat hujan turun, permukaan jalan berubah menjadi licin dan berlumpur, yang seringkali memicu kecelakaan bagi pengendara roda dua maupun roda empat.
Jeritan Hati Warga
Rasa trauma dan kekhawatiran menghantui warga yang ingin bepergian menuju pusat perkotaan. Kepada awak media DpNews Indonesia pada Jumat (23/01/2026), salah seorang warga bernama Atu mengungkapkan keputusasaannya terhadap kondisi yang tak kunjung berubah selama bertahun-tahun.
”Tolonglah kepada pemerintah, perhatikan kampung kami. Bertahun-tahun kami seolah terisolir dan hampir putus asa mengharapkan bantuan. Bayangkan, hanya untuk ke pasar saja kami harus mempertaruhkan nyawa di pinggir jurang dengan akses jalan yang sangat memprihatinkan,” ujar Atu dengan nada lirih.
Pertanyakan Alokasi Anggaran Pemerintah
Kondisi ini memicu tanda tanya besar di tengah masyarakat terkait kepedulian Pemerintah Kabupaten Sukabumi maupun pemerintah desa setempat. Warga mulai mempertanyakan realisasi anggaran pembangunan infrastruktur yang seharusnya ditujukan untuk kesejahteraan masyarakat di wilayah pelosok.
Masyarakat Kampung Cisuren berharap ada perhatian khusus dan langkah konkret dari pemerintah agar pembangunan jalan segera dilakukan. Mereka tidak ingin terus-menerus merasa dianaktirikan di tengah gencarnya pembangunan di daerah lain.











