Dpnews Indonesia || Lebak – Sungguh tragis nasib Ika Arsaya Jala warga Desa Sangiang, Kecamatan Malingping, Kabupaten Lebak, Banten, yang sempet viral ingin pulang dari negara Irak.
Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang diduga kuat berangkat secara ilegal itu kini hampir putus asa untuk dapat berkumpul kembali bersama keluarga.
Yang paling memprihatinkan korban Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) dengan modus perekrutan tenaga kerja itu seolah hanya mimpi ketika mengharapkan pemerintah hadir untuk dapat merepatriasi dirinya kembali ke kampung halaman.
Kuatnya cengkraman agency seakan mengunci Ika Arsaya Jala untuk keluar dari negara Irak, dan mendapatkan hak nya sebagai warga negara Indonesia juga hak asasi manusia yang dijunjung tinggi warga dunia, sehingga Ika harus tetap terkurung.
Mungkinkan Pekerja Migran Indonesia yang sudah lebih dari lima tahun menjadi penduduk ilegal di negara Irak itu mendapat perhatian pemerintah.
Menyikapi hal yang terjadi, Doel aktivis Dpnews Indonesia angkat bicara.
“Kita dari posko pengaduan sudah membuat pengaduan terkait keberadaan Ika Arsaya Jala ke Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI), kita mengharap akan ada tindakan cepat dari pihak pemerintah, terutama kementrian luar negeri melalui Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Irak. Dia itu korban TPPO lho, dia punya hak sebagai Warga Negara Indonesia (WNI) untuk kembali ke Indonesia, tapi kok sepertinya sangat sulit,” ungkapnya.
Aktivis yang terus mendapatkan pengaduan dari para Pekerja Migran terutama dari wilayah Timur Tengah itupun mengharap ada keseriusan dari pemerintah, terkait banyaknya pengaduan dari korban pemberangkatan ilegal terutama di negara penempatan Timur Tengah.
“Mereka itu korban lho, seharusnya pemerintah serius lah ketika mendapatkan pengaduan, terutama di negara penempatan Irak nih, kita sangat sulit untuk bisa tembus dan bisa komunikasi dengan orang kedutaan, jujur nomer nomer hotline atau nomer aduan yang ada di website KBRI Irak, gak ada yang respon, bahkan kabar yang kami dapat dari mereka yang mengadu banyak sekali oknum yang mengaku dari kedutaan dan meminta sejumlah uang, ini sangat sangat memprihatinkan,” pungkasnya.











