Scroll untuk baca artikel
BeritaNasional

Dugaan Penyalahgunaan Program Dana Ketahanan Pangan Desa Wado Wetan

539
×

Dugaan Penyalahgunaan Program Dana Ketahanan Pangan Desa Wado Wetan

Sebarkan artikel ini

Dpnews Indonesia || Majalengka – Ketahanan pangan merupakan isu krusial yang harus menjadi perhatian di tingkat desa. Program ketahanan pangan desa sendiri merupakan kebijakan pemerintah untuk memastikan ketersediaan pangan yang cukup, aman, dan terjangkau bagi masyarakat. Namun, implementasi program ini di beberapa daerah menimbulkan tanda tanya, salah satunya di Desa Wado Wetan Kecamatan Bantarujeg, Kabupaten Majalengka. Jumat, 14/3/2025.

Dugaan penyalahgunaan dana ketahanan pangan mencuat setelah adanya kewajiban desa untuk mengalokasikan minimal 20% dari total dana desa untuk program ini.

Baca juga :  Dukung Ketahanan Pangan, Dandim 0617/Majalengka Hadiri Panen Raya Padi Organik Varietas Ciherang

Ketua kelompok tani mengatakan, dari dana desa, yang diambil 20% untuk ketahanan pangan dibelikan dua ekor sapi, berselang lama sapi tersebut dijual oleh ketua kelompok tani dan sepengetahuan Kuwu. Rencananya mau dibelikan kambing.

“Sapi tersebut dijual katanya mau diganti dengan kambing, yang mana kambing tersebut sudah ada dibelakang rumah pak ustadz Asep anggota kelompok tani juga,” katanya.

Baca juga :  Timnas Indonesia Kantongi Lawan untuk FIFA Matchday Juni 2026

“Sebelum penjualan sapi terlebih dahulu meminta ijin ke Kuwu dan di ketahui oleh pendamping, penjualannya murah kasihan udah 1,5 tahun yang ngarit, sapi cuma dihargakan 35 juta,” terangnya.

Menanggapi dugaan penyalahgunaan dana ini, tim media berencana untuk berkoordinasi dengan Inspektorat dan pihak terkait di Kabupaten Majalengka guna mendapatkan kejelasan serta tindak lanjut atas persoalan ini.

Baca juga :  Antisipasi Bahaya Banjir dan Peduli Lingkungan, Koramil 1902/Pld Gelar Karya Bakti Pembersihan Selokan
Facebook Comments Box
error: Content is protected !!