Dpnews Indonesia || Cianjur – Sejumlah orang tua siswa di satuan pendidikan SDN Bojongsari 3 Kecamatan Sukaluyu, Kabupaten Cianjur, pertanyakan anggaran Dana Operasional Sekolah (BOS), yang tidak transparan terhadap orang tua siswa dan komite sekolah.
Persoalan yang di picu oleh adanya pungutan bagi para siswa sebesar Rp 52.000 rupiah, dengan tujuan untuk pembangunan Mandi,Cuci,Kakus ( MCK ) di lingkungan sekolah tersebut, sehingga hal ini menjadi pertanyaan bagi para orang tua siswa SDN bojong sari 3 sukaluyu.
Menurut orang tua siswa berinisial A mengaku, bahwa pada tahun 2024 lalu anak saya memang dimintai sumbangan untuk pembangunan MCK sebesar Rp 52 000 rupiah, bukan berarti saya tidak mendukung, tapi kan ada anggaran dari Dana Bos, karena anggaran Bos selama ini di gunakan untuk apa saja, tolong di jelaskan pada orang tua murid, agar tidak salah paham, karena selama ini apa yang sudah terlihat dari anggaran Bos tersebut,” kata wali murid pada awak media selasa 19/05/26
Coba liat kondisi sekolah SDN Bojong sari 3, plafon pada rapuh, kusen kropos bahkan MCK hasil iuranpun sudah tidak berfungsi, kasian anak anak yang sekolah di SDN Bojong sari 3, setiap ingin BAB harus pulang ke rumah masing masing, enak bagi yang dekat dengan lingkungan sekolah, coba bayangkan kalau jauh dari lingkungan sekolah, kan kasian jadi ketinggalan pelajaran,” jelasnya.
Mengenai hal itu, para orangtua siswa meminta agar kedepannya sekolah lebih terbuka mengenai anggaran. Agar tidak ada miskomunikasi.
Di tempat terpisah komite sekolah SDN bojong sari 3 Ustad Aceng mengaku, betul dengan adanya iuran tersebut, karena atas dasar kesepakatan, namun pada saat melakukan rapat di sekolah saya tidak hadir, sehingga di bentuk panitianya oleh sekolah, namun untuk nominal sesuai di angka Rp 52 000 rupiah/siswa, dengan jumlah siswa 334 siswa.
“Saya memang pada saat itu di kasih jatah oleh pihak sekolah sebesar Rp 600 ribu rupiah, tapi uang tersebut saya belikan pasir dan pasirnya saya sumbangkan lagi untuk keperluan di SDN bojong sari 3,” aku komite.
Kepala sekolah SDN Bojong sari 3 Nono membantah dengan, memang kalau pungutan sumbangan tersebut betul terjadi, namu dari hasil sumbangan tidak 100 % yang di terima hanya 40% saja, dan itu atas hasil rapat orang tua di sekolah, memang dana Bos SDN bojong sari 3 ada di setiap tahunya, namun dana tersebut tidak bisa di gunakan untuk pembangunan MCK, melainkan hanya untuk perawatan saja,” terangnya.
Saya juga memang pada waktu rapat orang tua tidak ada, namun saya hanya memberikan programnya saja, dan di situ ada perwakilan yang mewakili saya, karena walau pk Apit itu guru sekali gus dia juga jadi orang tua siswa.
“Jadi kalau untuk hasil dari iuran tersebut tidak semuanya siswa, paling di angka 40% yang masuk, kalau harapan mah ingin seutuhnya, tapi yang namanya sumbangan susah diprediksi, memang anggapan mah besar 335 siswa kalau di kali 52000 rupiah, kebayang jumlahnya, namun kenyataanya hanya 40% saja,” pungkasnya.











