Dpnews Indonesia || Bogor – Gudang penyimpanan dan lokasi perakitan sepeda motor listrik untuk operasional program Makan Bergizi Gratis (MBG) di kawasan Sentul, Kecamatan Babakan Madang, serta Citeureup, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, kini mendapat pengamanan ketat menyusul bocornya dokumentasi dan video pengadaan ke publik.
Pantauan media di lapangan menunjukkan pagar gudang di Sentul digembok dan tembok baru dicat, sementara akses wartawan dibatasi petugas keamanan. Di Citeureup, aktivitas perakitan motor listrik merek Emmo berlangsung di fasilitas PT Kaisar Motorindo Industri dan gudang terkait PT Adlas Sarana Elektrik, dengan puluhan unit terus berdatangan dan diturunkan dari truk. Beberapa lokasi tampak dijaga ketat, termasuk kehadiran personel yang meminta pengunjung meninggalkan area.
Badan Gizi Nasional (BGN) mengonfirmasi pengadaan motor listrik ini sebagai bagian dari anggaran tahun 2025 untuk mendukung mobilitas Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di daerah pelosok yang sulit dijangkau. Realisasi mencapai 21.801 unit dari rencana awal sekitar 25.000 unit, dengan harga per unit sekitar Rp 42 juta—lebih rendah dari harga pasar.
Motor-motor tersebut masih dalam proses pencatatan sebagai Barang Milik Negara (BMN) dan belum didistribusikan. BGN juga menegaskan bahwa produksi dilakukan di pabrik lokal Citeureup, bukan impor, serta membantah informasi viral mengenai jumlah mencapai 70.000 unit.
Polemik muncul setelah video gudang viral di media sosial, memicu pertanyaan publik soal urgensi dan transparansi pengadaan di tengah upaya efisiensi anggaran pemerintah. Menteri Keuangan telah menyatakan tidak ada alokasi serupa untuk tahun 2026. Sementara itu, DPR RI melalui Komisi IX berencana meminta penjelasan resmi dari BGN terkait proses pengadaan tersebut.
Hingga berita ini diturunkan, BGN belum mengumumkan jadwal distribusi motor listrik. Pengamanan ketat di Sentul dan Citeureup diyakini sebagai upaya menjaga keamanan aset negara selama tahap administrasi berlangsung.











