Scroll untuk baca artikel
BeritaNasional

ICW Ungkap Dugaan Penyimpangan di Program MBG, Pemerintah Siap Awasi Ketat

177
×

ICW Ungkap Dugaan Penyimpangan di Program MBG, Pemerintah Siap Awasi Ketat

Sebarkan artikel ini

Dpnews Indonesia || Jakarta – Indonesia Corruption Watch (ICW) mengungkap sejumlah temuan dugaan penyimpangan dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Temuan tersebut mencakup indikasi markup anggaran, praktik pengadaan tidak transparan, hingga potensi konflik kepentingan dan keterlibatan pihak berpengaruh di berbagai daerah.

Peneliti ICW Eva Nurcahyani menyatakan bahwa pemantauan dilakukan di wilayah seperti Nusa Tenggara Barat, Daerah Istimewa Yogyakarta, Bandung Barat, dan Kabupaten Bandung. Temuan dibagi dalam tiga klaster utama: anggaran, pengadaan, serta relasi dengan politisi dan aparat penegak hukum. ICW juga menyebut variasi biaya pembangunan dapur layanan gizi yang signifikan tanpa standar jelas.

Baca juga :  Alasan Ribuan Dapur MBG disetop, Kepala BGN: Dari SLHS Hingga Menu Tak Layak

Menanggapi hal tersebut, Plt. Deputi III Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI, Kurnia Ramadhana, menyatakan pemerintah serius menindaklanjuti setiap indikasi penyimpangan. Ia menilai instruksi Presiden Prabowo Subianto untuk memeriksa celah korupsi di program MBG menunjukkan komitmen pengawasan yang kuat. Pemerintah terbuka terhadap masukan dari masyarakat sipil seperti ICW guna memperbaiki tata kelola program prioritas nasional ini.

Baca juga :  Gudang Motor Listrik MBG di Sentul dan Citeureup Dijaga Ketat Usai Dokumentasi Pengadaan Bocor ke Publik

Program MBG merupakan inisiatif pemerintah untuk meningkatkan gizi masyarakat, khususnya anak sekolah, dengan melibatkan ribuan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di seluruh Indonesia. Badan Gizi Nasional (BGN) sebagai leading sector terus melakukan evaluasi dan perbaikan pelaksanaan program.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi lebih lanjut dari KPK terkait tindak lanjut laporan ICW. Pemerintah menekankan pentingnya transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan anggaran negara.

Baca juga :  Bentrok di Cianjur: Dapur MBG Disegel Massa, Dugaan Nepotisme dan Izin Bodong Jadi Pemicu
Facebook Comments Box
error: Content is protected !!