Scroll untuk baca artikel
BeritaHukum dan KriminalPekerja Migran Indonesia

Hilang Kontak 5 Bulan di Arab Saudi, Suami PMI Siti Fadilah Desak Pihak Sponsor Bertanggung Jawab

288
×

Hilang Kontak 5 Bulan di Arab Saudi, Suami PMI Siti Fadilah Desak Pihak Sponsor Bertanggung Jawab

Sebarkan artikel ini

Pekerja Migran Indonesia

Dpnews Indonesia || Purwakarta – Isak tangis dan kecemasan mendalam menyelimuti Sulaiman Syamsuri (32), pria asal Tenggarong – Kutai Kertanegara, Kalimantan Timur. Suami dari Siti Fadilah, seorang Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang bekerja di Arab Saudi, dikabarkan hilang kontak selama hampir lima bulan. Diduga kuat, Siti menjadi korban sindikat Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO).

​Melalui rekaman video yang dikirimkan ke posko pengaduan Dpnews Indonesia pada Kamis (08/01/26), Sulaiman secara terbuka menuntut pertanggungjawaban dari pria berinisial S, oknum dari perusahaan yang disebut sebagai “Baba Metro”. S diduga sebagai pihak yang paling bertanggung jawab atas pemberangkatan istrinya ke Timur Tengah.

Baca juga :  Tipu 580 orang, Ibu Rumah Tangga Di Ringkus Polres Purwakarta

Keterangan gambar/foto ilustrasi

​”Saya hanya ingin istri saya pulang. Sudah lima bulan tidak ada kabar, saya tidak tahu nasibnya seperti apa di sana. Saya minta pihak pemroses segera pulangkan Siti Fadilah!,” tegas Sulaiman dalam videonya.

Saling Silang Pernyataan Pihak Pemroses
​Menanggapi tuntutan tersebut, pihak pemroses yang diwakili oleh wanita berinisial Far memberikan pernyataan berbeda,saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon oleh pihak Dpnews Indonesia, Far menyanggah adanya penelantaran. Ia mengklaim bahwa permasalahan Siti Fadilah sebenarnya sudah selesai melalui kesepakatan tertentu.

Baca juga :  Peluang Bisnis, Gocip Membuka Kemitraan Admin Cabang Baru

​”Masalah Siti Fadilah sebenarnya sudah ada kesepakatan dan dia sudah diperbolehkan bekerja kembali. Kami juga heran kenapa bisa terjadi seperti ini (hilang kontak),” ujar Reni N memberikan cerita pembelaan dari Fa.

​Aktivis: Ada Dugaan Penyekapan dan Sindikat Kebal Hukum
​Kasus ini menarik perhatian serius dari para aktivis pemerhati migran. Doel aktivis pemerhati migran  asal Bandung Barat, menilai kasus ini bukan sekadar masalah administrasi kerja, melainkan murni dugaan TPPO.

Baca juga :  TNI Ungkap Prada Arif Budi Sampurna Tewas Dianiaya Sembilan Orang, Empat Tersangka Ditangkap

​Berdasarkan hasil analisisnya, Doel mencium adanya aroma perampasan hak komunikasi dan dugaan penyekapan terhadap Siti Fadilah di negara penempatan. Ia juga menyoroti keberanian para pelaku yang seolah tidak takut dengan jeratan hukum.

​Beberapa poin kritis yang disampaikan Eva antara lain:

​Modus Operasi: Pemberangkatan diduga menggunakan jalur non-prosedural dengan bujuk rayu.

Perampasan Hak: Hilangnya kontak selama 5 bulan mengindikasikan adanya isolasi terhadap korban.

​Kekebalan Hukum: Para pelaku disinyalir memiliki “beking” kuat sehingga terkesan lepas tangan.

Baca juga :  Satgas Citarum Harum Sektor 6 Distribusikan Air Bersih ke Wilayah Terdampak Kekeringan di Cianjur, Gandeng Perusahaan dan Pemda

​”Ini sudah tidak bisa ditoleransi. Ada dugaan kuat pelaku merasa kebal hukum. Kami mendesak pihak keluarga untuk segera membuat laporan resmi ke pihak kepolisian dan meminta pemerintah hadir secara nyata. Jangan biarkan nyawa warga negara kita terombang-ambing tanpa perlindungan,” tegas Doel.

​Hingga berita ini diturunkan, pihak keluarga masih terus berupaya mencari bantuan hukum agar Siti Fadilah dapat segera ditemukan dan dipulangkan ke tanah air dalam keadaan selamat.

Baca juga :  Dua Granat dan Proyektil Aktif Ditemukan di Lokasi Ledakan Bom Sisa PD II di Biak
Facebook Comments Box
error: Content is protected !!