Dpnews Indonesia || Cianjur – Partai Golongan Karya atau Golkar Kabupaten Cianjur tengah memanas jelang Musyawarah Daerah atau Musda untuk memilih ketua baru periode mendatang. Dua nama besar kini mengemuka dan dielu-elukan kader untuk memimpin, yaitu Ir. Metty Triantika, M.T. dan Isfhan Taufik Munggara. Persaingan dua kubu ini membuat peta politik di tubuh Golkar Cianjur semakin dinamis.
Dukungan untuk kedua calon pun terlihat menguat dari struktur yang berbeda. Dari kubu Ir. Metty Triantika, seluruh Pengurus Kecamatan atau PK sudah menyatakan merapat dan mengunci barisan. Soliditas di tingkat akar rumput menjadi modal utama kubu Metty untuk menghadapi kontestasi internal partai beringin tersebut.
Sementara itu, kubu Isfhan Taufik Munggara juga tidak kalah kuat. Sayap-sayap partai dilaporkan sudah merapatkan diri mendukung Isfhan. Pertarungan dua poros ini diprediksi akan menjadi salah satu Musda Golkar paling alot di Jawa Barat, karena sama-sama mengantongi kekuatan struktural yang signifikan.
Salah satu suara dari basis datang dari PK Kecamatan Kadupandak. Ketua PK setempat, Kang Rio, menegaskan alasan pihaknya memilih bergabung dengan Metty. Menurutnya, dorongan utama adalah keinginan kuat untuk menghadirkan perubahan dalam kepengurusan Golkar ke depan.
Dasarnya adalah ingin melakukan perubahan dalam kepengurusan Golkar ke depan. Sebetulnya hal ini memang sudah kami pikirkan jauh-jauh hari, sudah lama ingin perubahan,” ujar Kang Rio. Ia menyebut pergeseran dukungan bukan keputusan sesaat, melainkan hasil perenungan panjang kader di lapangan.
Kang Rio membeberkan tiga alasan utama PK Kadupandak menjatuhkan pilihan ke Metty. Pertama, Metty dinilai memiliki pengalaman organisasi yang matang. Kedua, ia memiliki rekam jejak panjang dalam mengurus partai. Ketiga, saat ini Metty menjabat sebagai Ketua Dewan, yang dianggap menjadi modal utama untuk memimpin Golkar Cianjur lebih solid.
Dengan kekuatan yang sudah terkonsolidasi, kubu Metty menargetkan kemenangan besar. Kami optimistis 70% menang, kata Kang Rio. Bahkan ia berharap proses Musda bisa berlangsung secara aklamasi agar tidak terjadi perpecahan. Insya Allah kalau kita menyimpulkan dan berkehendak, ya kita harapannya aklamasi. Jadi bukan menutup ruang orang lain, tapi memang karena kita ingin adalah perubahan,” tegasnya.
Di sisi lain, Ir. Metty Triantika, M.T. merespons dinamika ini dengan hati-hati. Ia menyebut seluruh proses masih dalam tahap penjaringan dan belum ada penetapan resmi kapan Musda akan digelar. Metty memilih untuk fokus pada konsolidasi internal sembari menunggu mekanisme partai berjalan.
Terkait wacana kepemimpinan perempuan, Metty menyampaikan optimisme. Ia meyakini jika amanah itu diberikan, kepemimpinan perempuan akan membawa Golkar Cianjur menjadi lebih solid, terutama dalam pemberdayaan kader perempuan. nsya Allah akan lebih solid terutama terhadap perempuan, pungkasnya.











