Scroll untuk baca artikel
BeritaNasional

Keris Bangkit, Abah Bagas Rasakan Lonjakan Minat Pusaka di Cianjur

215
×

Keris Bangkit, Abah Bagas Rasakan Lonjakan Minat Pusaka di Cianjur

Sebarkan artikel ini

Dpnews Indonesia || Minat masyarakat terhadap keris sebagai pusaka budaya Nusantara kini menunjukkan peningkatan yang sangat signifikan. Fenomena ini tidak hanya terlihat di kota-kota besar, tetapi juga mulai menggeliat di daerah, termasuk di wilayah Ciranjang, Kabupaten Cianjur.

Kebangkitan ini menjadi angin segar bagi para pelaku usaha sekaligus pecinta budaya tradisional Indonesia. Salah satu sosok yang merasakan langsung dampak dari meningkatnya minat tersebut adalah Abah Bagas, seorang pedagang yang sebelumnya dikenal menjual batu cincin.

Baca juga :  Sungai Anak Cikundul Kembali Dibersihkan Satgas Citarum Harum Sektor 12

Kini, ia memutuskan untuk membanting setir dan beralih menjadi penjual keris. Lapak dagangannya yang terletak di samping pintu masuk Stasiun Kereta Api Ciranjang, Desa Ciranjang, Kecamatan Ciranjang, menjadi saksi hidup perubahan tren tersebut.

Saat dikonfirmasi, Abah Bagas mengungkapkan bahwa fenomena ini bukan sekadar tren sesaat, melainkan bagian dari kebangkitan kesadaran masyarakat terhadap nilai sejarah dan budaya. “Melihat fenomena sekarang di dunia perkerisan, dari segi pemasaran ini cukup bagus dan sangat menjanjikan,” ujarnya.

Baca juga :  Program Unggulan Menjadi Magnet Bagi Warga Memilih Pasangan Calon Bupati Karna-Koko

Ia menambahkan bahwa keuntungan dari penjualan keris tergolong tinggi, bahkan bisa mencapai lebih dari 50 hingga 60 persen. Hal ini tentu menjadi peluang ekonomi yang cukup menjanjikan bagi para pelaku usaha di bidang tersebut.

Menariknya, konsumen yang datang tidak hanya berasal dari sekitar Ciranjang saja. Sekitar 50 persen pembeli datang dari berbagai daerah seperti Warungkondang, Cikondang, hingga Bandung. Bahkan, ada juga pembeli yang datang dari luar Pulau Jawa, seperti Sumatra.

Baca juga :  Tim Wasev TMMD ke-127 Kunjungi Kodim 0617/Majalengka, Pastikan Program Berjalan Optimal dan Tepat Sasaran

Menurut Abah Bagas, para pembeli keris saat ini semakin selektif. Mereka tidak hanya membeli dari segi bentuk, tetapi juga mempertimbangkan makna, filosofi, serta bahan dasar keris tersebut. “Banyak konsumen yang melihat dari segi besi, sepuh, dan juga nilai historisnya,” jelasnya.

Fenomena ini menunjukkan bahwa keris tidak lagi sekadar benda koleksi, melainkan simbol identitas dan kebanggaan budaya. Kebangkitan minat terhadap keris juga mencerminkan meningkatnya kesadaran masyarakat akan pentingnya melestarikan warisan leluhur.

Abah Bagas pun berharap tren ini terus berkembang dan membawa dampak positif, tidak hanya dari sisi ekonomi, tetapi juga dalam pelestarian budaya bangsa. “Ini menjadi simbol bahwa peradaban kita masih dihargai,” tutupnya.

Baca juga :  DPRD Cianjur Tampung Aspirasi Warga: Proyek Geotermal Gede Pangrango Diminta Dikaji Ulang
Facebook Comments Box
error: Content is protected !!