Scroll untuk baca artikel
BeritaKesehatan

Konsumsi Buah dan Nutrisi Nabati Terbukti Membantu Cegah Pertumbuhan Sel Kanker

171
×

Konsumsi Buah dan Nutrisi Nabati Terbukti Membantu Cegah Pertumbuhan Sel Kanker

Sebarkan artikel ini

Dpnews Indonesia || Jakarta – Berbagai penelitian ilmiah terkini semakin memperkuat bukti bahwa pola makan kaya buah, sayuran, dan makanan nabati lainnya dapat membantu menurunkan risiko kanker serta menghambat pertumbuhan sel kanker.

Menurut analisis besar yang melibatkan jutaan partisipan, diet nabati seperti vegetarian dan vegan dikaitkan dengan penurunan risiko keseluruhan kanker. Diet vegetarian, khususnya, menunjukkan penurunan risiko signifikan untuk kanker payudara, prostat, pankreas, dan kolorektal.

Baca juga :  Potensi Baru Antikanker dari Tiga Tanaman Lokal Indonesia yang Terjangkau

Buah dan sayuran mengandung beragam senyawa bioaktif, termasuk antioksidan (seperti vitamin C, vitamin E, dan beta-karoten), serat pangan, serta fitokimia seperti sulforaphane pada brokoli dan likopen pada tomat. Senyawa-senyawa ini bekerja dengan cara menetralkan radikal bebas, mengurangi peradangan, serta memengaruhi proses seluler yang dapat memicu atau mempercepat pertumbuhan tumor.

Baca juga :  Bhabinkamtibmas Polsek Maja Rutin Sambangi Warga, Perkuat Sinergi dan Jaga Kondusivitas Kamtibmas

World Cancer Research Fund (WCRF) dan American Institute for Cancer Research (AICR) secara konsisten merekomendasikan konsumsi minimal 400-600 gram buah dan sayuran per hari sebagai bagian dari strategi pencegahan kanker. Serat yang tinggi pada makanan nabati juga terbukti efektif menurunkan risiko kanker usus besar melalui perbaikan mikrobioma dan pengaturan berat badan.

Meski demikian, para ahli menekankan bahwa manfaat ini bersifat preventif dan paling optimal ketika dikombinasikan dengan gaya hidup sehat secara keseluruhan, termasuk menghindari rokok, membatasi alkohol, serta rutin berolahraga. Tidak ada satu makanan pun yang dapat mencegah kanker secara mutlak.

Baca juga :  Kadus 5 Sukadami Gelar Silahturahmi dan Buka Bersama di Aula Wibawa Sundara

Penelitian terbaru tahun 2026 ini semakin menegaskan pentingnya kembali ke pola makan berbasis tumbuhan untuk kesehatan masyarakat jangka panjang. Pakar nutrisi mendorong masyarakat untuk meningkatkan variasi asupan buah-buahan beri, sayuran cruciferous, serta kacang-kacangan dalam menu sehari-hari.

Artikel ini disusun berdasarkan ringkasan bukti ilmiah terkini dan bukan pengganti nasihat medis profesional. Konsultasikan dengan dokter atau ahli gizi untuk panduan yang sesuai dengan kondisi kesehatan individu.

Baca juga :  BMKG: Potensi Hujan Sedang hingga Lebat Masih Mengintai Sebagian Besar Indonesia di Awal Kemarau
Facebook Comments Box
error: Content is protected !!