Dpnews Indonesia || Jakarta – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa perekonomian Indonesia masih berada dalam fase ekspansi dan jauh dari ancaman resesi, meskipun terdapat prediksi dari sejumlah pengamat ekonomi yang menyebut sebaliknya.
Dalam keterangannya kepada wartawan usai melakukan sidak ke Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat, pada Senin (9/3/2026), Purbaya membantah anggapan bahwa daya beli masyarakat telah hancur dan pasar sepi. Ia menjadikan keramaian di pasar tradisional tersebut sebagai bukti lapangan bahwa aktivitas ekonomi masih berjalan baik.
“Banyak ekonom-ekonom amatiran yang bilang kita sudah resesi, daya beli sudah hancur, pasar sepi hancur, enggak ada yang datang. Saya cek langsung, ramai sekali,” ujar Purbaya, Selasa (10/3/2026).
Ia menambahkan, pelemahan nilai tukar rupiah yang sempat mendekati Rp17.000 per dolar AS dipengaruhi sentimen negatif dari prediksi resesi tersebut, mirip kondisi krisis 1997-1998. Namun, Purbaya menekankan pemerintah telah belajar dari pengalaman masa lalu dan berhasil menjaga pertumbuhan positif, seperti pada krisis global 2008.
Berdasarkan data resmi, pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal IV 2025 mencapai 5,39 persen, yang disebut sebagai capaian tertinggi dalam beberapa tahun terakhir. Purbaya menyatakan kondisi saat ini bukan hanya tidak resesi, melainkan masih dalam tahap akselerasi dan ekspansi, dengan daya beli masyarakat terus dijaga secara ketat.
“Jangankan krisis, resesi saja belum. Melambat saja belum, kita masih ekspansi, masih akselerasi,” tegasnya.
Purbaya juga menyatakan keyakinan bahwa dengan tim kuat di Kementerian Keuangan, Indonesia mampu mengendalikan dinamika ekonomi, termasuk respons terhadap kenaikan harga minyak dunia akibat ketegangan geopolitik di Timur Tengah. Ia menilai masih terlalu dini untuk mengubah kebijakan APBN secara signifikan.
Pernyataan ini muncul di tengah tekanan pada rupiah dan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dalam beberapa hari terakhir, meskipun fundamental ekonomi nasional dinilai tetap tangguh oleh pemerintah.











