Scroll untuk baca artikel
BeritaEkonomiNasional

Nilai Tukar Rupiah Melemah Lebih Dalam Ditekan Harga Minyak

194
×

Nilai Tukar Rupiah Melemah Lebih Dalam Ditekan Harga Minyak

Sebarkan artikel ini

Dpnews Indonesia || Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS mengalami pelemahan lebih dalam pada perdagangan Senin (9/3/2026), ditekan oleh lonjakan harga minyak dunia yang signifikan.

Mengutip data pasar spot dan referensi Bank Indonesia, rupiah sempat menyentuh level Rp.17.015 per dolar AS di awal sesi, sebelum ditutup di kisaran Rp.16.945–Rp.16.950 per dolar AS. Pelemahan ini mencapai sekitar 0,2–0,6% dibandingkan penutupan sebelumnya, menandai level terendah baru dalam periode terkini.

Baca juga :  Debat Sengit di DPR: Gubernur BI Dipertanyakan soal Pelemahan Rupiah, Misbakhun Singgung Prestasi Habibie

Pemicu utama adalah kenaikan tajam harga minyak mentah global. Harga Brent crude sempat melonjak hingga di atas US$100 per barel, bahkan mencapai kisaran US$116 per barel pada beberapa titik perdagangan, sementara WTI crude juga naik ke level serupa di atas US$90–US$100 per barel. Lonjakan ini dipicu oleh eskalasi konflik geopolitik di Timur Tengah, termasuk ketegangan terkait Iran-AS-Israel, yang memunculkan kekhawatiran gangguan pasokan energi global.

Sebagai negara net importir minyak, Indonesia rentan terhadap kenaikan harga komoditas tersebut. Hal ini berpotensi memperlebar defisit neraca perdagangan, menambah tekanan pada defisit fiskal, serta meningkatkan risiko inflasi melalui biaya impor energi dan bahan baku. Sentimen risk-off di pasar keuangan global turut memperkuat penguatan dolar AS, sehingga menekan mata uang negara berkembang termasuk rupiah.

Baca juga :  Jaringan Intelektual Muda (JIM) Temukan Dugaan Dana Siluman DPRD Cianjur

Analis pasar menyebut pelemahan ini juga dipengaruhi kekhawatiran atas kedisiplinan fiskal domestik di tengah ketidakpastian eksternal. Bank Indonesia diperkirakan terus memantau dinamika ini untuk menjaga stabilitas nilai tukar melalui intervensi jika diperlukan.

Pergerakan rupiah ke depan akan sangat bergantung pada evolusi harga minyak dan perkembangan situasi geopolitik. Investor diimbau mewaspadai volatilitas lanjutan di tengah faktor-faktor tersebut.

Baca juga :  Rupiah Tembus Rp 17.500 per Dolar AS, Purbaya Siap Bantu BI Stabilkan Mata Uang
Facebook Comments Box
error: Content is protected !!