Dpnews Indonesia || Kota Cimahi – Mata elang atau penagih hutang kendaraan bermotor terus membayangi masyarakat Kota Cimahi, Jawa Barat. Dengan bergerombol dan berpenampilan garang kelompok debt collector tersebut terus mengincar para debitur yang menunggak dan datanya online dalam aplikasi yang mereka gunakan, tanpa basa basi dengan dalih konfirmasi mereka akan menabrak siapapun dan dimanapun untuk bisa menggiring si penunggak hutang kendaraan itu agar dapat masuk ke perangkap mereka.
Hal tersebut terjadi pada Kamis 31 Juli 2025, di area parkir Rumah sakit Dustira, sebuah mobil minibus yang membawa seorang pasien setelah menjalani operasi bedah otak, dipaksa untuk ikut mereka ke sebuah kantor, karena menurut mereka mobil minibus tersebut sudah menunggak cicilan selama empat bulan.
Sikap arogan pun dilakukan oleh beberapa orang yang diduga debt collector tersebut, alasan bahwa ada penumpang yang dalam kondisi sakit dan ditawarkan untuk datang musyawarah dirumah yang kebetulan bawa unit mobil tersebutpun tidak mendapat tanggapan, bahkan kata kata kotor dan tidak pantas terlontar dari kelompok orang orang lelaki yang rata rata berperawakan tinggi besar itupun terlontar.
“Kamu jangan macam macam, kamu bukan atas nama, kamu harus ikut kami ke kantor, selesaikan masalah hutang mobil ini, jangan macam macam kamu, ini mobil gadean kan?,” hardik salah seorang yang bertubuh tinggi dan berkulit gelap sambil menunjuk nunjuk pengemudi mobil.
Bukan hanya itu saja, salah seorang yang diperkirakan sudah berumur paruh baya dari kelompok mata elang itu pun, mencoba untuk mengganjal pintu mobil agar tidak bisa tertutup sambil mencoba terus mengintimidasi pengemudi minibus tersebut.
“Diam kamu tunggu Polisi kesini, urusannya dengan Polisi saja,” gerutunya.
Luar biasa memang sikap dari kelompok penagih hutang yang diperkirakan berjumlah sekitar sepuluh orang tersebut di area parkir Rumah sakit Dustira, seolah tidak takut akan aturan dan hukum yang berlaku, mereka menggunakan cara apapun untuk dapat mencapai target.
Sementara itu Yogi pengemudi mobil minibus yang berhasil keluar dari area parkir dan mengantarkan pasien darurat yang habis menjalankan operasi tersebut kepada media Dpnews Indonesia pada Jumat 01 Agustus 2025, sangat menyayangkan dengan sikap arogansi para penagih hutang di area rumah sakit Dustira tersebut.
“Seharusnya mereka patuh dengan S.O.P penagihan dijalan, apalagi mobil yang mereka kejar dalam kondisi darurat bawa pasien rumah sakit, saya sudah tawarkan jikalau mau konfirmasi tinggal datang kerumah, saya pasti kasih identitas saya kok, jangan memaksa harus datang ke kantor mereka yang entah ada dimana? saya bawa seorang pasien darurat dan kebetulan istri saya itu juga pasien jantung di Dustira itu, tapi mereka tetap maksa,” ujarnya.
Dalam wawancara terakhir pengemudi mobil minibus itu pun mengharapkan adanya tindakan tegas dari pihak kepolisian, tindakan arogansi dari para penagih hutang yang diduga akan berujung pada perampasan paksa kendaraan yang menunggak cicilan itu sudah jelas sangat merugikan sebelah pihak.
“Saya berharap ada tindakan tegas dari pihak aparat penegak hukum, hal ini sangat meresahkan masyarakat lho, ini sudah merupakan tindakan premanisme, apalagi sekarang ini ada satgas pemberantasan premanisme, ada aturan hukumnya lah untuk masalah piutang, silahkan tempuh jalur yang sesuai dengan prosedur pemerintah,” pungkasnya.











