Scroll untuk baca artikel
BeritaInternasional

Presiden USA Donald Trump Beri Sinyal, Setelah Perang Iran akan Serang Kuba

167
×

Presiden USA Donald Trump Beri Sinyal, Setelah Perang Iran akan Serang Kuba

Sebarkan artikel ini

Dpnews Indonesia || Presiden Amerika Serikat Donald Trump memberi sinyal bahwa pemerintahannya dapat beralih fokus ke Kuba setelah operasi militer di Iran selesai. Pernyataan tersebut disampaikan Trump pada Kamis (5/3/2026) waktu setempat, saat menerima kunjungan tim sepak bola Inter Miami di Gedung Putih.

Dalam sambutannya, Trump menyatakan bahwa AS ingin “menyelesaikan” konflik dengan Iran terlebih dahulu.

“Kami ingin menyelesaikan yang ini dulu, tetapi itu hanya masalah waktu sebelum Anda dan banyak orang luar biasa akan kembali ke Kuba,” ujar Trump, sebagaimana dikutip dari berbagai sumber termasuk CNBC, Reuters, dan Al Jazeera.

Baca juga :  Warga Negara Asing Asal Singapura Ditemukan Tewas di Hotel Kawasan Jababeka

Trump juga menyebut situasi di Kuba sebagai sesuatu yang “luar biasa” dan menyatakan bahwa Kuba “sangat ingin membuat kesepakatan” dengan AS. Pernyataan ini muncul di tengah tekanan ekonomi yang semakin berat terhadap Kuba, termasuk blokade minyak yang diterapkan AS terhadap pasokan dari Venezuela, yang memperburuk krisis energi dan pemadaman listrik di pulau tersebut.

Sinyal serupa juga datang dari Senator Lindsey Graham, sekutu dekat Trump, yang sebelumnya menyatakan “Kuba berikutnya” setelah serangan AS dan Israel terhadap Iran. Graham memprediksi bahwa rezim komunis di Kuba memiliki “hari-hari yang terhitung”.

Baca juga :  Washington – Pentagon Diperkirakan Kirim 3.000–4.000 Pasukan Elite AS ke Timur Tengah

Hingga kini, pemerintahan Trump belum merinci bentuk tindakan spesifik terhadap Kuba, apakah berupa negosiasi, peningkatan sanksi, atau opsi militer. Namun, pernyataan tersebut meningkatkan kekhawatiran di Havana, di mana banyak warga dan pejabat mempersiapkan kemungkinan intervensi lebih lanjut dari Washington.

Konflik dengan Iran sendiri masih berlangsung, dengan operasi militer gabungan AS-Israel yang menargetkan infrastruktur militer Teheran. Trump mengklaim kemajuan signifikan dalam kampanye tersebut sebelum beralih ke isu regional lainnya.

Baca juga :  Kontroversi Lelang Mesin Cuci Darah RSUD Kota Bekasi
Facebook Comments Box
error: Content is protected !!