Dpnews Indonesia || Cianjur – Satuan Tugas Citarum Harum Sektor 6 terus mengintensifkan upaya menjaga kelestarian Sungai Citarum melalui pendekatan langsung ke lapangan. Salah satu langkah nyata dilakukan pada Jumat, 26 Juni 2026, dengan kegiatan kunjungan kerja ke wilayah Sub Sektor 2.
Kegiatan tersebut berupa sosialisasi door to door kepada peternak binaan PT QL Agrofood yang berlokasi di Kampung Neglasari, Desa Haurwangi, Kecamatan Haurwangi, Kabupaten Cianjur. Tim yang turun langsung dipimpin Dansektor 6 Citarum Harum, didampingi Baops Sektor 6 dan Dansub 2 beserta anggota.
Dalam pertemuan itu, Dansektor 6 juga menggelar komunikasi sosial, komsos, dengan pihak perusahaan. Dari PT QL Agrofood hadir Bapak Patur selaku GA Perusahaan dan Bapak Burhan dari bagian Legal. Komsos menjadi ruang untuk menyampaikan temuan di lapangan sekaligus mendengarkan penjelasan dari pihak perusahaan.
Salah satu isu yang dibahas adalah dugaan pembuangan limbah kotoran hewan, kohe, ke aliran Sungai Citarum. Dansektor 6 menyebut informasi tersebut masih dalam proses penelusuran kebenaran. Menurutnya, laporan serupa memang kerap muncul, namun pihaknya tidak ingin menyimpulkan sebelum ada bukti yang jelas.
Dansektor 6 menegaskan, Satgas tidak berniat menyudutkan pihak tertentu. Fokus utama adalah memastikan lingkungan tetap terjaga karena dampak pencemaran akan langsung dirasakan masyarakat. Ia mencontohkan kejadian di Sukaluyu beberapa waktu lalu yang berawal dari laporan warga. Saat itu ditemukan saluran selebar sekitar tiga meter yang dibuka ketika hujan.
Menindaklanjuti temuan itu, Dansektor 6 saat itu juga meminta saluran tersebut segera ditutup. Ia juga mengimbau seluruh jajaran untuk lebih peka terhadap aktivitas yang berpotensi merusak lingkungan. Pesannya jelas, menjaga sungai berarti menjaga kehidupan masyarakat di sekitar aliran Citarum.
Menanggapi imbauan Satgas, pihak PT QL Agrofood menyatakan sikap kooperatif. Melalui perwakilannya, perusahaan berjanji akan menindaklanjuti persoalan pengelolaan kohe. Komitmen yang disampaikan adalah berupaya mengolah kohe dengan baik agar tidak mencemari sungai.
Satgas Citarum Harum kembali menekankan dua poin penting kepada perusahaan. Pertama, agar tidak membuang kohe ke Sungai Citarum. Kedua, agar pengelolaan kohe dilakukan sesuai standar yang ramah lingkungan. Kedua hal itu disebut sebagai bentuk tanggung jawab perusahaan terhadap masyarakat sekitar.
Kegiatan ini diharapkan menjadi pengingat bersama bahwa menjaga Citarum bukan hanya tugas Satgas. Kolaborasi antara aparat, perusahaan, dan masyarakat menjadi kunci agar sungai tetap bersih dan dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan. Satgas berharap komitmen yang disampaikan PT QL Agrofood dapat segera diwujudkan di lapangan.











