Dpnews Indonesia || Cianjur – Satgas Citarum Harum Sektor 6 yang dipimpin Dansektor Kolonel Inf Jhonson Mangasitua Sitorus kembali turun langsung ke lokasi yg akan disiapkan utk Demplot penanaman sayur,palawija dan penaburan bibit ikan. Kali ini kegiatan difokuskan pada demplot penanaman palawija, ikan , sayuran di Kampung Muhara RT 01 RW 10, Desa Haurwangi, Kecamatan Haurwangi, Kabupaten Cianjur.
Kegiatan penyiapan demplot tersebut menjadi langkah awal persiapan lahan menjelang musim tanam. Sejak pagi seluruh anggota Satgas Citarum Harum Sektor 6 bahu-membahu membersihkan dan menggemburkan tanah. Dengan cangkul di tangan, mereka mengolah setiap jengkal lahan agar siap ditanami komoditas palawija seperti jagung, kacang tanah, dan ubi.
Dansektor 6 Kolonel Inf Jhonson Mangasitua Sitorus tampak ikut terjun langsung. Ia memimpin proses penggemburan tanah sekaligus melakukan penyiraman agar tekstur tanah tidak terlalu keras dan mudah diolah. Menurutnya, keberhasilan pertanian sangat ditentukan dari kesiapan lahan di awal.
Semangat gotong royong ini yang harus kita jaga. Tanah yang gembur dan subur akan menghasilkan tanaman yang baik. Kami ingin memberikan contoh nyata kepada warga bahwa menjaga sungai harus sejalan dengan menjaga ketahanan pangan, ujar Kolonel Jhonson di sela kegiatan.
Selain fokus pada kebersihan sungai, Satgas Citarum Harum Sektor 6 kini memperluas perannya melalui program ketahanan pangan. Demplot di Haurwangi menjadi pilot project untuk mengajak masyarakat memanfaatkan lahan sekitar menjadi lahan produktif, sehingga kebutuhan pangan lokal bisa terpenuhi secara mandiri.
Program ini melengkapi 10 program prioritas Citarum Harum yang selama ini diprioritaskan Satgas Citarum Harum. Kesepuluh program tersebut meliputi: 1. Penanganan lahan kritis, 2. Penanganan limbah domestik, 3. Pengelolaan sampah, 4. Penanganan limbah industri, 5. Penanganan limbah ternak, 6. Penanganan KJA, 7. Pengelolaan SDA dan Pariwisata, 8. Pengendalian dan pemanfaatan ruang, 9. Edukasi dan pemberdayaan masyarakat, 10. Pengelolaan data, informasi, dan hubungan masyarakat.
Dengan adanya tambahan program ketahanan pangan, tugas Satgas menjadi semakin komprehensif. Tidak hanya menjaga Daerah Aliran Sungai Citarum agar tetap bersih, tetapi juga mendorong masyarakat untuk produktif di sektor pertanian sebagai upaya menjaga stabilitas pangan di tingkat desa.
Warga Kampung Muhara menyambut baik kegiatan tersebut. Mereka mengaku terbantu dengan pendampingan langsung dari Satgas karena mendapat ilmu baru tentang pengolahan lahan dan pemilihan bibit palawija yang tepat. Harapannya, hasil demplot ini bisa menjadi contoh bagi RT dan RW lain di wilayah Haurwangi.
Ke depan, Satgas Citarum Harum Sektor 6 menargetkan demplot serupa dapat diperluas ke desa-desa lain. Kolonel Jhonson menegaskan, sinergi antara pelestarian lingkungan dan ketahanan pangan adalah kunci untuk mewujudkan Citarum yang harum dan masyarakat Cianjur yang sejahtera.











