Scroll untuk baca artikel
BeritaPekerja Migran Indonesia

10 Bulan Berpindah Agen di Oman, PMI Asal Sukabumi Diduga Jadi Korban TPPO

221
×

10 Bulan Berpindah Agen di Oman, PMI Asal Sukabumi Diduga Jadi Korban TPPO

Sebarkan artikel ini

Mata Rabun Tetap Dipaksa Bekerja, PMI Sukabumi Minta Dipulangkan dari Oman

Dpnews Indonesia || Sukabumi – Nasib miris dialami Maharani, Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Kampung Gandasoli, Kabupaten Sukabumi. Sudah sekitar 10 bulan berada di Oman, Maharani disebut berpindah dari satu agen ke agen lainnya dan kini menghadapi gangguan penglihatan pada kedua matanya.

Maharani diduga diberangkatkan ke Oman melalui jalur nonprosedural. Informasi yang dihimpun menyebutkan, keberangkatannya bermula ketika Maharani dibawa ke Jakarta oleh seorang sponsor lokal yang dikenal dengan sapaan Heri Ceper, yang disebut merupakan tetangganya.

Baca juga :  Mengungkap Fakta Pemberangkatan TKW Ilegal

Di Jakarta, Maharani kemudian diserahkan kepada seorang pemeroses bernama Sahrul. Ia selanjutnya diberangkatkan ke Oman dan ditempatkan pada sebuah agen.

Namun, setibanya di Oman, kondisi yang diharapkan justru berubah. Maharani disebut berpindah dari satu agen ke agen lainnya hingga berlangsung sekitar 10 bulan.

Di tengah situasi tersebut, kondisi kesehatan Maharani juga dilaporkan memburuk. Kedua matanya mengalami rabun, tetapi ia disebut masih harus bekerja dengan kondisi penglihatan yang terganggu.

Baca juga :  Kepulangan 6 Pekerja Migran Indonesia: Kisah Pilu Akibat Perlakuan dari Balik Syarikah Arab Saudi

Tak kunjung menemukan jalan keluar, Maharani akhirnya meminta bantuan kepada aktivis pemerhati buruh migran, Yanto Jagur. Ia kemudian memberikan kuasa kepada Yanto Jagur, yang disebut sebagai anggota Relawan Sekber TPPO RI, untuk membantu mengupayakan pemulangannya ke Indonesia.

Persoalan tersebut kemudian melebar setelah muncul komunikasi melalui WhatsApp antara Heri Ceper dan mantan suami Maharani. Dalam komunikasi itu, Heri disebut keberatan karena persoalan Maharani disampaikan kepada organisasi masyarakat.

“Sudah ditolong malah mengadu ke ormas. Enggak apa-apa kalau begitu, kita lihat siapa yang kuat,” demikian pernyataan yang disebut disampaikan Heri kepada mantan suami Maharani.

Baca juga :  SBY Kenang Mantan BIN Hendropriyono sebagai Mentornya

Kini, Maharani berharap pemerintah melalui kementerian/lembaga terkait dapat turun tangan untuk memastikan keselamatan dirinya serta membantu proses pemulangan dari Oman.

Kasus tersebut juga menjadi sorotan terkait dugaan pemberangkatan PMI secara nonprosedural dan indikasi TPPO. Aparat penegak hukum serta instansi terkait diharapkan dapat melakukan penelusuran guna memastikan status hukum proses keberangkatan dan penempatan Maharani.

Dpnews Indonesia — Redaksi masih membuka ruang hak jawab dan klarifikasi bagi Heri Ceper, Sahrul, pihak agen di Oman maupun pihak terkait lainnya untuk memberikan penjelasan atas informasi tersebut.

Baca juga :  TKW di Arab Saudi Terlantar, Diduga Terhambat Proses Pemulangan oleh Agensi dan Sponsor
Facebook Comments Box
error: Content is protected !!