Dpnews Indonesia || Jakarta – Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Republik Indonesia menyampaikan permohonan maaf terkait polemik penilaian yang terjadi pada Final Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI tingkat Provinsi Kalimantan Barat tahun 2026.
Wakil Ketua MPR RI, Abcandra Muhammad Akbar Supratman, menyatakan pihaknya mengakui adanya kelalaian dewan juri dalam proses penilaian. Polemik ini mencuat setelah video viral memperlihatkan jawaban serupa dari dua regu peserta dinilai berbeda, memicu protes dan perdebatan publik.
“Kami mohon maaf atas kelalaian dewan juri. Kami akan menindaklanjuti kejadian ini,” ujar Akbar melalui keterangan tertulis pada Senin (11/5/2026).
Akbar menambahkan bahwa MPR akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kinerja dewan juri dan sistem perlombaan secara keseluruhan, termasuk aspek teknis seperti tata suara. Sebagai langkah konkret, dewan juri dan Master of Ceremony (MC) yang terlibat telah dinonaktifkan.
Lomba yang digelar di Pontianak pada Sabtu (9/5/2026) tersebut diikuti sembilan sekolah menengah atas. Polemik utama berpusat pada insiden penilaian terhadap regu SMAN 1 Pontianak yang mendapat pengurangan poin atas jawaban yang kemudian dianggap benar ketika diulang oleh peserta lain.
MPR RI menegaskan komitmennya untuk menjaga objektivitas dan kualitas penyelenggaraan kegiatan ke depan agar peristiwa serupa tidak terulang. Hingga saat ini, belum ada informasi resmi mengenai perubahan hasil akhir lomba.











