Scroll untuk baca artikel
BeritaNasional

Malam 1 Suro 2026: Waktu Perayaan dan Tradisi Sakral Tahun Baru Jawa

70
×

Malam 1 Suro 2026: Waktu Perayaan dan Tradisi Sakral Tahun Baru Jawa

Sebarkan artikel ini

Dpnews Indonesia || Jakarta – Masyarakat Jawa bersiap menyambut Malam 1 Suro 2026, penanda pergantian tahun dalam kalender Jawa yang bertepatan dengan awal bulan Muharram dalam penanggalan Hijriah. Perayaan ini menjadi momen sakral bagi banyak kalangan untuk melakukan introspeksi diri dan mendekatkan diri kepada Tuhan.

Berdasarkan kalender resmi Kementerian Agama, 1 Muharram 1448 Hijriah jatuh pada Selasa, 16 Juni 2026. Dalam tradisi Jawa, pergantian hari dimulai sejak matahari terbenam (setelah Maghrib). Oleh karena itu, Malam 1 Suro 2026 akan dimulai pada Senin malam, 15 Juni 2026, dan berlangsung hingga Selasa dini hari. Tanggal 1 Suro 1960 Jawa sendiri secara resmi jatuh pada Selasa, 16 Juni 2026.

Baca juga :  Sosialisasi Anti Perundungan Di Sekolah Oleh Kanit Reskrim Polsek Maja Polres Majalengka

Malam 1 Suro memiliki makna mendalam sebagai waktu penuh kekeramatan. Masyarakat Jawa memandangnya sebagai kesempatan untuk muhasabah (evaluasi diri), berdoa, dan membersihkan batin menyongsong tahun baru. Tradisi ini berakar dari upaya Sultan Agung Mataram pada abad ke-17 yang memadukan kalender Saka Hindu dengan kalender Hijriah Islam, menghasilkan kalender Jawa yang masih digunakan hingga kini.

Beberapa tradisi yang biasa dilakukan antara lain:

Kirab pusaka di Keraton Yogyakarta dan Surakarta, di mana benda-benda pusaka diarak sebagai simbol penghormatan leluhur.

Mubeng benteng atau berjalan mengelilingi benteng keraton dengan khidmat, sering dilakukan tanpa alas kaki dan dalam keheningan (tapa bisu).

Ziarah ke makam leluhur, pembersihan keris (jamasan pusaka), serta larung sesaji di sungai atau laut.

• Banyak warga memilih menghabiskan malam dengan beribadah, menghindari hiburan ramai, dan menjauhi aktivitas duniawi.

Perayaan ini tetap dijaga sebagai warisan budaya yang menekankan nilai spiritualitas, kesederhanaan, dan harmoni. Meski berbeda penekanan dengan Tahun Baru Masehi, Malam 1 Suro terus menjadi pengingat bagi masyarakat Jawa untuk menjalani kehidupan dengan penuh kesadaran dan kebaikan.

Baca juga :  Curhat Jelang Pemilu, FOSFI dan GMI Nyatakan Sikap
Facebook Comments Box
error: Content is protected !!