Scroll untuk baca artikel
BeritaPekerja Migran Indonesia

Dugaan Kekerasan terhadap ART Indonesia di Malaysia Kembali Picu Kekhawatiran Perlindungan PMI

51
×

Dugaan Kekerasan terhadap ART Indonesia di Malaysia Kembali Picu Kekhawatiran Perlindungan PMI

Sebarkan artikel ini

Pekerja Migran Indonesia

Dpnews Indonesia || Johor Bahru, Malaysia – Sebuah video yang memperlihatkan seorang asisten rumah tangga (ART) asal Indonesia diduga menjadi korban kekerasan fisik oleh majikannya viral di media sosial dalam beberapa hari terakhir. Insiden tersebut diduga terjadi di kawasan Taman Johor, Skudai, Johor Bahru.

Menurut informasi yang beredar, peristiwa bermula ketika majikan menuduh ART tersebut memukul anak mereka berdasarkan rekaman kamera pengawas (CCTV) di rumah. Video konfrontasi yang beredar menunjukkan empat orang—dua pria dan dua wanita yang disebut sebagai dua pasang suami istri—menghadapi dan diduga memukul korban secara berulang.

Baca juga :  Mayat Pria Tanpa Identitas Ditemukan di Tengah Sawah Desa Balida-Dawuan

Kepolisian Johor telah merespons cepat dengan menangkap keempat tersangka berusia 30 hingga 34 tahun pada Jumat malam, 13 Juni 2026, di lokasi kejadian. Kepala Polisi Johor, Datuk Ab Rahaman Arsad, menyatakan pihaknya masih melakukan penyelidikan intensif dan mengumpulkan keterangan dari berbagai pihak terkait motif serta kronologi kejadian.

Kedutaan Besar Indonesia di Malaysia juga dilaporkan telah menyampaikan laporan resmi ke pihak berwenang setempat. Kasus ini kembali menarik perhatian publik terhadap isu perlindungan pekerja migran Indonesia di luar negeri.

Baca juga :  Dandim 0617/Majalengka Ikuti Upacara Peringatan Hari Kesaktian Pancasila Tingkat Kabupaten

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi lebih lanjut mengenai kondisi korban maupun hasil pemeriksaan medis. Polisi mengimbau masyarakat untuk tidak menyebarkan video tersebut secara sembarangan sambil proses hukum berjalan.

Kasus serupa sering menjadi sorotan karena menyoroti kerentanan pekerja rumah tangga asing di Malaysia. Pihak berwenang di kedua negara diharapkan dapat memastikan penanganan yang adil dan transparan.

Baca juga :  Diduga Nikahkan Anak di Bawah Umur dan Lakukan Pungli, Oknum Amil di Cianjur Menuai Kecaman
Facebook Comments Box
error: Content is protected !!