Scroll untuk baca artikel
BeritaHukum dan Kriminal

Bau Busuk Limbah Usus Ayam, Kepung Kampung Gempol, Warga Cianjur Desak Pelaku Bertanggung Jawab

138
×

Bau Busuk Limbah Usus Ayam, Kepung Kampung Gempol, Warga Cianjur Desak Pelaku Bertanggung Jawab

Sebarkan artikel ini

Dpnews Indonesia || Cianjur – Ketenangan Kampung Gempol, Desa Babakancaringin, Kecamatan Karangtengah, Cianjur, terusik oleh bau busuk yang menyengat sejak Sabtu dini hari. Puluhan karung berisi limbah bangkai usus ayam ditemukan tergeletak di area permukiman, diduga dibuang diam-diam oleh oknum yang tidak bertanggung jawab.

Warga mulai mencium aroma tidak sedap ketika matahari terbit. Aroma itu bukan sekadar mengganggu penciuman, tapi juga menimbulkan kekhawatiran akan dampak kesehatan yang mengintai. Lokasi pembuangan yang berada di tengah pemukiman membuat situasi semakin meresahkan.

Baca juga :  Wujudkan Mudik Aman Polres Purwakarta Terus Lakukan Pengaturan Lalulintas Hingga Malam

Unang, warga setempat berusia 55 tahun, mengaku bau menyengat sudah terasa sejak pagi. Ia memperkirakan limbah itu dibuang saat malam hingga dini hari ketika aktivitas warga minim. “Baunya menusuk, apalagi kalau malam dan angin bertiup kencang. Kami jadi tidak nyaman dan takut ini jadi sarang penyakit,” katanya.

Selain bau, kehadiran lalat dalam jumlah besar menambah kegelisahan. Serangga itu berkeliaran di sekitar tumpukan karung, berpotensi membawa bakteri dan penyakit ke rumah-rumah warga. Kekhawatiran utama saat ini adalah gangguan saluran pernapasan yang bisa menyerang anak-anak dan lansia.

Baca juga :  Jaksa Agung Mutasi 14 Kepala Kejaksaan Tinggi, Ini Daftar Lengkapnya

Ketua RW 05 Kampung Gempol, Ali, membenarkan laporan warga yang mengeluhkan kondisi tersebut, terutama di wilayah RT 003. Menurutnya, selain bau yang menyebar, populasi lalat yang tiba-tiba membludak menjadi ancaman kesehatan yang nyata. “Kami belum tahu siapa pelakunya. Beruntung ada CCTV pabrik yang mengarah ke jalan. Rekaman itu akan kami periksa,” ujarnya.

Baca juga :  Polisi Ungkap Satu Korban Kiai Ashari di Pati Dicabuli Sebanyak 10 Kali

Pihak RW sudah meminta pelaku untuk segera mengangkut kembali limbah tersebut. Jika permintaan itu diabaikan, warga tidak akan ragu membawa kasus ini ke jalur hukum. Bagi mereka, ini bukan hanya soal kebersihan lingkungan, tapi juga soal keselamatan bersama.

Camat Karangtengah, Dony Herdyana, menyatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan Pemerintah Desa Babakancaringin untuk menelusuri asal-usul limbah. Langkah awal yang dilakukan adalah memeriksa rekaman CCTV agar identitas pelaku bisa terungkap dengan bukti yang kuat.

Baca juga :  Zuli Zulkipli, S.H: Cina Adalah Negeri yang Bebas Korupsi, Berharap Indonesia Slogan Yang Sama Seperti Cina

Dony menegaskan bahwa limbah bangkai hewan tidak boleh dibuang sembarangan, apalagi ke Tempat Pembuangan Akhir. Seharusnya limbah itu diolah oleh pihak peternakan sesuai prosedur. “Jika nanti kami dapatkan bukti seperti nomor kendaraan pelaku, akan kami tindaklanjuti bersama Polsek, Koramil, dan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Cianjur,” tegasnya.

Hingga kini warga Kampung Gempol masih menunggu tindakan nyata. Harapan mereka sederhana: pelaku segera ditemukan dan limbah segera dibersihkan sebelum menimbulkan dampak kesehatan yang lebih luas bagi seluruh masyarakat di sekitar.

Baca juga :  Hilang Kontak 5 Bulan di Arab Saudi, Suami PMI Siti Fadilah Desak Pihak Sponsor Bertanggung Jawab
Facebook Comments Box
error: Content is protected !!