Scroll untuk baca artikel
BeritaHukum dan KriminalNasional

Kapolres Lhokseumawe dan Dandim 0103/Aceh Utara Jadi Korban Pemukulan Massa Saat Pembubaran Konvoi Bendera GAM

221
×

Kapolres Lhokseumawe dan Dandim 0103/Aceh Utara Jadi Korban Pemukulan Massa Saat Pembubaran Konvoi Bendera GAM

Sebarkan artikel ini

Dpnews Indonesia || Lhokseumawe, Aceh – Insiden ricuh terjadi saat aparat gabungan TNI-Polri membubarkan konvoi massa yang mengibarkan bendera bulan bintang di wilayah Lhokseumawe dan sekitarnya, Kamis (25/12/2025).

Dalam proses penertiban, Kapolres Kota Lhokseumawe dan Dandim 0103/Aceh Utara dilaporkan mengalami pemukulan dari sebagian massa aksi.

Baca juga :  Prabowo Lantik Nanik S. Deyang Jadi Kepala BGN dan Said Iqbal sebagai Penasihat Khusus

Menurut keterangan pihak TNI, razia gabungan dilakukan untuk mencegah konvoi eks-kombatan GAM dan simpatisan yang berjumlah sekitar 600 orang menuju Kabupaten Aceh Tamiang.

Aparat terlebih dahulu mengedepankan pendekatan persuasif dengan mengimbau massa menghentikan aksi dan menyerahkan bendera.

Baca juga :  Jaga Kamtibmas, Sat Polairud Polres Purwakarta Lakukan Sambang Warga

Namun, imbauan tersebut tidak diindahkan, sehingga pembubaran dilakukan secara terukur.

Kapendam Kodam Iskandar Muda Kolonel Inf Freddy melalui keterangan resminya menyatakan, gesekan terjadi akibat provokasi dari sebagian massa yang mendorong hingga memukul aparat keamanan.

Baca juga :  Adakan Rapat Kekompakan dan Kesejahteraan Oleh Organisasi Wartawan Purwakarta

Akibatnya, Kapolres Lhokseumawe dan Dandim 0103/Aceh Utara ikut menjadi korban pukulan. Setelah terjadi adu mulut dan kontak fisik, aparat berhasil mengamankan satu orang pendemo yang membawa senjata api jenis Colt M1911 beserta munisi serta senjata tajam.

Dandim 0103/Aceh Utara Letkol Arh Jamal Dani Arifin menegaskan, kericuhan dipicu provokasi massa yang arogan.

“Jika massa tidak provokasi, mungkin tidak terjadi kericuhan. Saya bersama Kapolres juga terkena dorongan dan pukulan,” ujarnya dalam konferensi pers Jumat (26/12/2025).

Baca juga :  Prabowo Rayakan Ulang Tahun ke-37 Seskab Teddy Indra Wijaya di Sela Kunker Paris

Pihak TNI-Polri kemudian melakukan mediasi dengan koordinator rombongan, hingga diperoleh kesepakatan damai. Kedua belah pihak sepakat menjaga kondusivitas wilayah di tengah masa pemulihan pascabencana banjir bandang yang melanda Aceh.

Namun, narasi berbeda muncul dari kelompok masyarakat sipil dan video yang beredar di media sosial, yang menunjukkan dugaan kekerasan dari oknum aparat terhadap demonstran.

Koordinator aksi mengklaim sejumlah massa mengalami pemukulan menggunakan popor senjata.

Baca juga :  Kepolisian Metro Bekasi Gagalkan Dua Aksi Tawuran Remaja

Situasi saat ini telah kondusif, dan aparat mengimbau masyarakat untuk tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum terverifikasi.

TNI menegaskan tetap mengedepankan dialog dan pendekatan humanis guna menjaga stabilitas keamanan Aceh.

Pihak berwenang masih mendalami kronologi lengkap insiden untuk memastikan penegakan hukum berjalan adil bagi semua pihak.

Baca juga :  Polres Purwakarta Ikuti Advokasi Ketahanan Keluarga Anti Narkoba Berbasis Sumber Daya Pembangunan Desa
Facebook Comments Box
error: Content is protected !!