Dpnews Indonesia || Lhokseumawe, Aceh – Insiden ricuh terjadi saat aparat gabungan TNI-Polri membubarkan konvoi massa yang mengibarkan bendera bulan bintang di wilayah Lhokseumawe dan sekitarnya, Kamis (25/12/2025).
Dalam proses penertiban, Kapolres Kota Lhokseumawe dan Dandim 0103/Aceh Utara dilaporkan mengalami pemukulan dari sebagian massa aksi.
Menurut keterangan pihak TNI, razia gabungan dilakukan untuk mencegah konvoi eks-kombatan GAM dan simpatisan yang berjumlah sekitar 600 orang menuju Kabupaten Aceh Tamiang.
Aparat terlebih dahulu mengedepankan pendekatan persuasif dengan mengimbau massa menghentikan aksi dan menyerahkan bendera.
Namun, imbauan tersebut tidak diindahkan, sehingga pembubaran dilakukan secara terukur.
Kapendam Kodam Iskandar Muda Kolonel Inf Freddy melalui keterangan resminya menyatakan, gesekan terjadi akibat provokasi dari sebagian massa yang mendorong hingga memukul aparat keamanan.
Akibatnya, Kapolres Lhokseumawe dan Dandim 0103/Aceh Utara ikut menjadi korban pukulan. Setelah terjadi adu mulut dan kontak fisik, aparat berhasil mengamankan satu orang pendemo yang membawa senjata api jenis Colt M1911 beserta munisi serta senjata tajam.
Dandim 0103/Aceh Utara Letkol Arh Jamal Dani Arifin menegaskan, kericuhan dipicu provokasi massa yang arogan.
“Jika massa tidak provokasi, mungkin tidak terjadi kericuhan. Saya bersama Kapolres juga terkena dorongan dan pukulan,” ujarnya dalam konferensi pers Jumat (26/12/2025).
Pihak TNI-Polri kemudian melakukan mediasi dengan koordinator rombongan, hingga diperoleh kesepakatan damai. Kedua belah pihak sepakat menjaga kondusivitas wilayah di tengah masa pemulihan pascabencana banjir bandang yang melanda Aceh.
Namun, narasi berbeda muncul dari kelompok masyarakat sipil dan video yang beredar di media sosial, yang menunjukkan dugaan kekerasan dari oknum aparat terhadap demonstran.
Koordinator aksi mengklaim sejumlah massa mengalami pemukulan menggunakan popor senjata.
Situasi saat ini telah kondusif, dan aparat mengimbau masyarakat untuk tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum terverifikasi.
TNI menegaskan tetap mengedepankan dialog dan pendekatan humanis guna menjaga stabilitas keamanan Aceh.
Pihak berwenang masih mendalami kronologi lengkap insiden untuk memastikan penegakan hukum berjalan adil bagi semua pihak.











