Dpnews Indonesia || Cianjur – Lapangan Prawatasari Joglo, Cianjur, Selasa, 1 Juli 2026, berubah menjadi lautan warna. Ratusan karangan bunga dari berbagai instansi pemerintah, komunitas, hingga masyarakat umum menghiasi sisi lapangan, menandai semarak peringatan Hari Bhayangkara ke-80. Suasana khidmat bercampur suka cita mewarnai jalannya upacara yang menjadi kebanggaan warga Cianjur itu.
Upacara dimulai tepat waktu dengan barisan anggota Polri, TNI, ASN, serta unsur masyarakat yang berdiri tegak di bawah terik matahari. Bendera Merah Putih berkibar gagah, diiringi lantunan lagu kebangsaan yang menggema di seluruh penjuru lapangan. Kehadiran berbagai elemen masyarakat menjadi bukti kedekatan polres Cianjur dengan warganya.
Kapolres Cianjur, AKBP Dr. A. Alexander Yurikho Hadi, S.H., S.I.K.,M.Si., M.M., M.H.I., M.I.P., bertindak sebagai pembina upacara. Dalam amanatnya, beliau mengingatkan kembali sejarah panjang Polri. 1 Juli 1946 menjadi tonggak lahirnya Bhayangkara. Berarti hari ini, 1 Juli 2026, adalah Hari Bhayangkara yang ke-80. Insya Allah dan alhamdulillah, upacara telah terlaksana di lapangan yang sama-sama kita banggakan, ujarnya.
Lapangan Prawatasari disebut Kapolres sebagai ikon kebanggaan warga Cianjur. Pemilihan lokasi ini bukan tanpa alasan. Menurutnya, tempat terbuka yang menjadi pusat aktivitas masyarakat itu mencerminkan semangat Polri untuk selalu hadir di tengah publik, bukan berada jauh dari jangkauan.
Kapolres menekankan tiga fungsi utama Polri ke depan: perlindungan, pengayoman, dan pelayanan. “Harapan kami ke depan, tidak ada sekat antara masyarakat dan Polri. Kami ingin semakin menyatu, terutama dalam menjalankan fungsi perlindungan, pengayoman, dan pelayanan,” tegas AKBP Alexander.
Ia juga menyampaikan rangkaian kegiatan yang telah dilaksanakan menjelang puncak peringatan. Sejak beberapa pekan sebelumnya, Polres Cianjur menggelar bakti lingkungan, bakti religi, bakti sosial, dan berbagai kegiatan kemasyarakatan lain. Semua itu disebut sebagai bentuk nyata kehadiran Polri sebelum Hari Bhayangkara.
Usai 1 Juli, kegiatan serupa akan terus berlanjut. Bismillahirrahmanirrahim, setelah 1 Juli ini kami akan mengadakan kegiatan lain sebagai bentuk perlindungan, pengayoman, dan pelayanan kepada masyarakat,” lanjut Kapolres. Ia menegaskan bahwa pengabdian Polri tidak berhenti pada seremoni.
Pesan yang paling mengena datang saat Kapolres berbicara soal kepercayaan publik. Dengan nada tulus, beliau menyampaikan, Masyarakat tidak perlu percaya dengan polisi. Polri Polres Cianjur, insya Allah, akan mencoba merebut kepercayaan itu dari masyarakat. Insya Allah dengan yang terbaik untuk masyarakat.
Pernyataan itu menjadi pengingat bahwa legitimasi Polri lahir dari kerja nyata di lapangan, bukan sekadar seremonial belaka.
Kemeriahan Hari Bhayangkara ke-80 di Cianjur juga terlihat dari aneka karangan bunga yang berjejer rapi. Mulai dari Pemerintah Kabupaten Cianjur, DPRD, ormas, komunitas pemuda, hingga kelompok masyarakat, semuanya turut menyampaikan ucapan selamat. Warna-warni bunga menjadi simbol dukungan dan harapan bersama.
Semangat Hari Bhayangkara ke-80 tidak berhenti di Lapangan Prawatasari. Polres Cianjur berkomitmen menjadikan momentum ini sebagai titik tolak untuk pelayanan yang lebih humanis, responsif, dan dekat dengan denyut nadi masyarakat Cianjur ujar nya.











