Dpnews Indonesia || Cianjur – Suasana tenang di kawasan Pertigaan Shanghai, Kabupaten Cianjur, mendadak gempar pada Selasa, 30 Juni 2025 sekitar pukul 10.20 WIB. Seorang pria lanjut usia ditemukan tergeletak tak sadarkan diri tepat di depan Toko Chung. Kejadian itu sontak mengundang perhatian warga yang melintas dan segera melaporkannya kepada pihak berwenang.
Identitas korban akhirnya diketahui. Pria tersebut bernama TP, berusia 73 tahun. Berdasarkan Kartu Tanda Penduduk yang ditemukan di barang bawaannya, ia merupakan seorang pensiunan yang berdomisili di Kecamatan Kebonpedes, Kabupaten Sukabumi. Kondisinya saat ditemukan dalam keadaan lemas dan tidak merespons panggilan warga sekitar.
Laporan cepat dari masyarakat menjadi kunci evakuasi. Setelah menerima aduan, Kasi Operasi Pengendalian dan Deteksi Dini Satpol PP Kabupaten Cianjur, Nandi Rohendi, langsung mengerahkan uihenam anggota menuju lokasi. “Sesampainya di sana, korban ditemukan dalam kondisi pingsan di kawasan Pertigaan Shanghai, tepatnya di depan Toko Chung,” ujar Nandi saat dikonfirmasi di lokasi.
Proses penanganan dilakukan secara berjenjang.Tim gabungan Satpol PP dan Pemadam Kebakaran Kabupaten Cianjur mengevakuasi TP dari trotoar dan membawanya ke Kantor Dinas Sosial Kabupaten Cianjur untuk penanganan awal. Langkah itu ditempuh agar korban mendapat pertolongan medis secepatnya.
Kondisi korban ternyata sudah kritis saat tiba di Dinsos. Sekitar pukul 10.40 WIB, petugas mendapati TP dalam kondisi yang diduga sudah meninggal dunia. Untuk memastikan, ia kemudian dirujuk ke Puskesmas Karangtengah sekitar pukul 11.10 WIB bersama personel Satpol PP.
Puskesmas Karangtengah memastikan kabar duka.Berdasarkan pemeriksaan tenaga kesehatan, TP dinyatakan telah meninggal dunia di fasilitas kesehatan tersebut. Kepastian medis itu menutup upaya pertolongan yang telah dilakukan sejak pertama kali ditemukan warga.
Latar belakang korban masih menjadi tanda tanya. Nandi mengaku belum dapat memastikan apakah almarhum merupakan tunawisma yang sudah lama berada di sekitar Pertigaan Shanghai atau baru datang ke wilayah itu. “Saat menerima laporan, kami langsung melakukan evakuasi tanpa menanyakan lebih jauh kepada pelapor,” ungkapnya.
Barang bukti di tubuh korban menguatkan identitasnya. Petugas menemukan KTP dan sejumlah dokumen lain dalam tas bawaan TP. Dokumen itu menunjukkan statusnya sebagai pensiunan, bukan warga Cianjur, melainkan warga Sukabumi yang entah bagaimana berada di titik tersebut.
Pihak rumah sakit menerima jenazah untuk prosedur lanjutan. Humas RSUD Sayang Cianjur Raya menyampaikan bahwa pihaknya menerima pasien rujukan dari Puskesmas Karangtengah. “Pasien diantar Satpol PP sekitar pukul 10.00, ke Dinsos jam 10.40, lalu ke puskesmas dan dinyatakan meninggal di sana, jelas nya.
Penyebab kematian masih perlu pendalaman. Rumah sakit belum dapat memastikan riwayat penyakit almarhum. “Kami belum membuka rekam medisnya karena perlu restorasi berkas dari Puskesmas Karangtengah dulu. Untuk otopsi, sejauh ini belum ada permintaan. Kami belum bisa memberikan keterangan apapun terkait penyakit atau hasil pemeriksaan,” ujar pihak RSUD.
Jenazah kini ditangani Dinsos. Seluruh proses pengurusan, termasuk pemindahan jenazah ke RSUD Sayang Cianjur untuk penanganan lebih lanjut, diserahkan sepenuhnya kepada Dinas Sosial Kabupaten Cianjur. Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya kepedulian warga terhadap sesama, terutama lansia yang berada di ruang publik.











