Scroll untuk baca artikel
BeritaNasional

Mahfud MD: Status Siaga 1 TNI Menandakan Adanya Ancaman Serius

150
×

Mahfud MD: Status Siaga 1 TNI Menandakan Adanya Ancaman Serius

Sebarkan artikel ini

Dpnews Indonesia || Jakarta – Mantan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menkopolhukam) Mahfud MD menilai penerapan status Siaga 1 oleh Tentara Nasional Indonesia (TNI) bukan keputusan yang diambil secara tiba-tiba. Menurutnya, status kesiapsiagaan tertinggi ini pasti didasari adanya ancaman yang serius dan telah melalui perhitungan matang berdasarkan laporan intelijen serta situasi aktual.

“Siaga 1 artinya semua kekuatan militer harus siap siaga penuh, menjaga setiap kemungkinan. Tidak mungkin keluar perintah seperti itu tanpa ada sesuatu yang mengancam dan serius,” ujar Mahfud MD dalam pernyataannya yang disampaikan melalui podcast dan berbagai wawancara media baru-baru ini.

Baca juga :  Persoalan Pengurus Karang Taruna Desa Yang Habis Masa Jabatannya

Mahfud, yang pernah menjabat Menkopolhukam selama lima tahun, menyebut selama masa tugasnya tidak pernah ada instruksi Siaga 1 dikeluarkan meskipun terjadi berbagai demonstrasi besar dan situasi keamanan yang dinamis. Ia menekankan bahwa status tersebut hanya diberlakukan ketika ada ancaman nyata yang memerlukan kesiapan penuh seluruh personel dan alutsista TNI.

Baca juga :  Mahfud MD: Komisi Reformasi Polri Tak Usulkan Polri di Bawah Kementerian, Polisi Aktif Tak Boleh Duduki Jabatan Sipil

Instruksi Siaga 1 ini beredar melalui telegram resmi dari Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto kepada seluruh jajaran. Mahfud menilai keputusan tersebut memiliki mekanisme dan dasar yang kuat, termasuk telaah mendalam terhadap laporan intelijen.

Beberapa pemberitaan menyebutkan kemungkinan kaitan dengan eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah, termasuk ketegangan antara Iran dan Israel, yang berpotensi memengaruhi stabilitas global dan keamanan nasional Indonesia. Namun, hingga kini pihak TNI belum memberikan penjelasan resmi secara rinci mengenai pemicu spesifik status tersebut.

Baca juga :  Razia Gabungan di Lapas Cianjur untuk Pastikan Keamanan

Mahfud MD menambahkan bahwa perintah semacam ini pasti telah diperhitungkan secara cermat oleh pimpinan TNI sebelum diterbitkan. Ia berharap transparansi lebih lanjut dari pihak berwenang agar masyarakat tidak berspekulasi liar terkait situasi keamanan nasional.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada konfirmasi resmi dari Markas Besar TNI mengenai detail ancaman yang dimaksud. Situasi terus dipantau untuk perkembangan lebih lanjut.

Baca juga :  Karya Bakti Koramil 1902 Wanayasa Bersama Pemdes Serta Masyarakat Peduli Lingkungan
Facebook Comments Box
error: Content is protected !!