Scroll untuk baca artikel
BeritaNasional

Polri Dorong Percepatan Swasembada Bawang Putih 2029, Penanaman Serentak Digelar di Cianjur

93
×

Polri Dorong Percepatan Swasembada Bawang Putih 2029, Penanaman Serentak Digelar di Cianjur

Sebarkan artikel ini

Dpnews Indonesia || Cianjur – Gerakan percepatan swasembada bawang putih nasional mendapat dorongan besar dari Polri. Lewat penanaman serentak di berbagai wilayah, Polri ingin memangkas ketergantungan impor dan memperkuat ketahanan pangan dari hulu. Salah satu titik pusat kegiatan digelar di Perkebunan Malaber, Desa Ciherang, Kecamatan Pacet, Kabupaten Cianjur, pada Rabu (19/8), bertepatan dengan panen raya bawang putih.

Kegiatan di Cianjur menjadi simbol dimulainya gerakan besar ini. Di tengah udara sejuk kaki Gunung Gede, jajaran kepolisian bersama petani menanam bibit unggul secara simbolis. Momen itu juga disiarkan langsung dan terhubung dengan daerah lain melalui konferensi video, menandakan keserempakan langkah yang ingin dibangun Polri bersama seluruh pemangku kepentingan.

Baca juga :  Monev SPPG Sukaluyu Ungkap Celah Infrastruktur dan Sanitasi, Camat Beri Deadline Satu Bulan

Secara nasional, gerakan ini tidak main-main skalanya. Penanaman dilakukan di bawah koordinasi 14 Kepolisian Daerah (Polda) dan menyebar ke 59 Polres. Total lahan yang digarap mencapai sekitar 279,5 hektare. Melibatkan 110 kelompok tani dan 2.174 petani, program ini menjadi salah satu kolaborasi terbesar antara aparat keamanan dan masyarakat pertanian dalam beberapa tahun terakhir.

Dari hamparan lahan seluas itu, potensi produksi diperkirakan bisa mencapai 2.795 ton bawang putih pada musim panen mendatang. Angka tersebut memang belum seberapa dibanding kebutuhan nasional, namun menjadi langkah awal yang konkret. Keterhubungan antar daerah lewat video conference juga membuat semangat gotong royong terasa, dari Aceh hingga Papua.

Wakapolri Komjen Pol Dedi Prasetyo menegaskan bahwa gerakan ini adalah bagian dari strategi besar menjaga ketahanan pangan. Harapan kita, Indonesia bisa melaksanakan swasembada bawang putih ini di tahun 2029. Tapi dengan kerja sama, kerja kolaborasi dengan seluruh pihak, kita bisa mempercepat, ujarnya di sela kegiatan di Cianjur.

Ia membeberkan data yang menjadi pekerjaan rumah bersama. Kebutuhan bawang putih nasional saat ini mencapai sekitar 600 ribu ton per tahun. Sementara produksi dalam negeri baru berada di kisaran 40 ribu ton per tahun. Kesenjangan sebesar itu, menurut Dedi, harus dikejar dengan kerja kolektif dan kebijakan yang berpihak pada petani.

Baca juga :  Waspada DBD Puskesmas Cikalongkulon Gencar Brantas Sarang Nyamuk

Untuk mengejar target tersebut, penanaman serentak tahap awal dilakukan di 14 provinsi. Tiga provinsi lainnya akan menyusul dengan menyesuaikan musim tanam. Proyeksi hingga Agustus dan September, luas lahan penanaman bawang putih secara nasional diproyeksikan mendekati 500 hektare. Artinya, gerakan ini akan terus berekspansi.

Di Jawa Barat, inovasi menjadi kunci. Dedi menyoroti penggunaan teknologi greenhouse yang mulai diterapkan sejumlah kelompok tani. Dengan rumah kaca, produktivitas bisa ditingkatkan dan kualitas umbi bawang putih menjadi lebih baik karena lebih terkontrol dari hama dan cuaca ekstrem. Ini penting agar bawang putih lokal bisa bersaing dengan produk impor.

Kapolda Jawa Barat Irjen Pol Pipit Rismanto menjelaskan, di wilayahnya penanaman dilakukan di 14 kabupaten. Untuk tahap awal, ketersediaan bibit sudah mencukupi untuk lahan sekitar 44,58 hektare. Ke depan, lahan-lahan yang sudah terverifikasi akan kita siapkan. Begitu bibitnya ada, kapan pun kita siap tanam, katanya.

Baca juga :  Cianjur Tegaskan Lagi Identitas Kota Santri Lewat Sertifikat Ngaji untuk PPDB SMP-SMA

Selain bibit, Pipit juga menyoroti persoalan klasik petani air. Saat musim kemarau, ketersediaan air menjadi tantangan. Polri bersama pemerintah daerah berkomitmen membentuk tim khusus untuk membantu kelompok tani mengidentifikasi kendala dan mencari solusi. Jangan ragu lapor ke kami. Kami akan turun dan menyelesaikan masalah-masalah yang ada, tegasnya.

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menambahkan dimensi sosial dari program ini. Menurutnya, ketahanan pangan adalah fondasi stabilitas. Kalau di dapur berasnya cukup, cabainya ada, garamnya ada, gulanya ada, bawang merahnya ada, bawang putihnya ada, maka stabilitas kamtibmas akan terjaga, ujarnya. Ia mengapresiasi konsep agro policing dari Polri yang dinilai mampu menjembatani keamanan dan pertanian.

Dengan semangat kolaborasi ini, program penanaman bawang putih diharapkan tidak hanya mendongkrak produksi nasional, tetapi juga memberi nilai ekonomi langsung bagi petani. Dari Cianjur hingga seluruh penjuru negeri, langkah serentak ini menjadi sinyal bahwa target swasembada bawang putih 2029 bukan sekadar wacana, melainkan kerja nyata yang sudah mulai ditanam, satu hektare demi satu hektare.

Baca juga :  Pemkab Bekasi Laksanakan Penertiban Bangunan Liar Sepanjang Bantaran Sungai Kalimalang
Facebook Comments Box
error: Content is protected !!