Scroll untuk baca artikel
BeritaNasional

Satpol PP Bersama Bea Cukai Gelar Sosialisasi Peredaran dan Pemberantasan Rokok Ilegal

363
×

Satpol PP Bersama Bea Cukai Gelar Sosialisasi Peredaran dan Pemberantasan Rokok Ilegal

Sebarkan artikel ini

Dpnews Indonesia  || Bekasi – Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Bekasi bersama Bea Cukai Cikarang menggelar sosialisasi terkait peredaran dan pemberantasan rokok ilegal, Kamis (20/11/2025).

Kegiatan tersebut berlangsung di Aula Desa Muara Bakti, Kecamatan Babelan, Kabupaten Bekasi, dan dihadiri aparatur desa, tokoh masyarakat, serta para undangan lainnya.

Baca juga :  Empat Raperda Disahkan di Purwakarta: Langkah Maju Menuju Tata Kelola yang Lebih Baik

Kepala Desa Muara Bakti, H. Asmawi, dalam sambutannya berharap kegiatan ini dapat memberikan pemahaman baru kepada masyarakat terkait bahaya dan konsekuensi hukum dari peredaran rokok ilegal.

“Kami hanya menyediakan tempat untuk sosialisasi, semoga acara ini ada manfaatnya buat para undangan,” ujarnya sebelum membuka kegiatan dengan ucapan bismillah.

Baca juga :  Satreskrim Polres Purwakarta Ringkus Dua Pelaku Perampasan Motor Di Jalan

Sementara itu, Kasat Pol PP Kabupaten Bekasi, Surya Wijaya, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan langkah bersama antara pemerintah daerah dan Bea Cukai Cikarang dalam menekan peredaran rokok ilegal.

“Pemerintah Daerah Kabupaten Bekasi melalui Satpol PP bekerja sama dengan Bea Cukai Cikarang melakukan kegiatan sosialisasi ini. Tahun ini kita laksanakan di Desa Muara Bakti,” katanya.

Baca juga :  Brasil Kalahkan Kroasia 3-1 dalam Laga Persahabatan Jelang Piala Dunia 2026

Ia mengungkapkan bahwa Kabupaten Bekasi menjadi salah satu wilayah yang masih ditemukan peredaran rokok ilegal. Bahkan, wilayah Tarumajaya disebut sebagai daerah dengan kasus penyitaan terbanyak.

“Denda yang dikenakan adalah cukai per batang rokok, dan berbeda-beda setiap merek rokok ilegal,” terangnya.

Di tempat terpisah, Kepala Seksi Penyuluhan dan Layanan Informasi Bea Cukai Cikarang, Lisfalufi, menegaskan pentingnya kesadaran masyarakat dalam memerangi peredaran rokok ilegal.

Baca juga :  Operasi Pasar Bersama Bulog Cianjur Tekan Harga Beras Perluas Gerakan Pangan Murah

“Sanksi yang diberikan kepada penjual adalah kurungan penjara selama 1 tahun hingga maksimal 8 tahun, tergantung jumlah nilai cukainya,” tegasnya.

Lisfalufi menambahkan bahwa sosialisasi ini bertujuan agar pungutan negara melalui cukai dapat berjalan maksimal.

Baca juga :  Warga Gotong Jenazah Melintasi Hutan, Sungai dan Medan Sulit di Polewali Mandar

“Kami mengimbau masyarakat Kabupaten Bekasi agar mendukung pemerintah sehingga pungutan negara ini bisa maksimal dan kembali dimanfaatkan untuk masyarakat. Kesadaran masyarakat sangat diharapkan, karena ini tugas kita semua,” ujarnya.

Kegiatan sosialisasi berjalan lancar dan para peserta tampak antusias mendengarkan penjelasan dari kedua instansi terkait upaya pemberantasan rokok ilegal di wilayah Kabupaten Bekasi.

Baca juga :  Warga Cipicung Tolak Rencana Penambahan Kandang Ayam, Minta Kejelasan Izin dan Dampak Lingkungan
Facebook Comments Box
error: Content is protected !!