Dpnews Indonesia || Bandung – Puluhan Pekerja Migran Indonesia (PMI) dikabarkan terjebak selama berbulan bulan di sebuah Syarekah tanpa mendapatkan pekerjaan, bahkan diantara mereka sudah ada yang 6 bulan tanpa ada kejelasan. Jumat, 28/11/2024.
Hal tersebut disampaikan belasan Pekerja Migran (yang tidak mau disebutkan namanya karena takut berimbas buruk di penampungan tersebut) kepada posko pengaduan Dpnews Indonesia, sehingga para PMI yang diduga kuat berangkat secara ilegal itu melaporkan diri ke pihak Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI).
“Kami disini di Syarekah Arco, Kami disini merasa tidak terima sudah diberangkatkan sampai disini tidak dipekerjakan, saya mohon keadilan karena kawan kawan saya juga protes dengan keadaan disini mendapatkan perlakuan kurang baik, dikurung diruangan yang sempit. Kami mohon kepada pemerintah Prabowo selamatkan Kami, tolong kami, kami disini minta keadilan, kami di Syarekah Arco tidak pernah mogok kerja, kami tidak pernah mendapatkan gaji sepeserpun, tolong kami,” ungkap salah seorang wakil dari para PMI melalui video berdurasi 00:47 detik.
Tim awak media dari posko pengaduan terus menelusuri dan menggali informasi terkait nasib para PMI di Syarekah tersebut, hingga mendapatkan nomer kontak Desi yang disebut para PMI sebagai orang kantor di Syarekah Arco.
“Ok pak, saya jelaskan sedikit ya, klo masalah pekerjaan System nya online pak, jadi majikan lah yang memilih lewat online, dan banyak juga yang sudah pada bekerja, masalah gaji tidak ada pemotongan apa-apa pak, cuma terkadang ibu-ibu sudah dijelaskan tentang prosedur nya pun terkadang suka tidak faham, contoh hitungan hari bekerja dan lain sebagai nya,” jelas Desi melalui chatting via WhatsApp.
Bahkan ketika video publish yang tayang di channel YouTube Dpnews Indonesia, tentang cerita dari video para PMI, Desi membantah dan menjelaskan kalau itu termasuk fitnah.











