Dpnews Indonesia || Cianjur- Sejumlah warga di Kp. Sisarantu, Desa Kademangan, Kecamatan Mande, Kabupaten Cianjur sempat keluhkan bau tak sedap hingga air sumur menjadi hitam dan berbusa, di duga bau yang berasal dari air limbah salah satu SPPG terdekat.
“Saat ini memang sudah tidak bau, tapi kami khawatir akan berbau lagi, kami juga sempat diberi kompensasi 800 ribu dan air bersih uanya saja air bersih dari SPPG cuman berjalan sekitar dua minggu,” ungkap salah satu warga, Rabu, (10/6/26).
Warga berharap IPAL di SPPG segera mungkin dioptimalkan karena khawatir akan menimbulkan bau kembali.
“Ada sekitar 9 Rumah yang sumurnya diduga sempat tercemar, maka dari itu warga menginginkan adanya pengerukan di setiap sumur yang pernah tercemar bukan hanya dikuras atau disedot,” harapnya.
Sementara berdasarkan hasil investigasi lapangan terlihat, SPPG tersebut memang telah memiliki Instalansi Pengolahan Air Limbah (IPAL). Namun diduga masih kurang maksimal karena belum memiliki grease trap.
Hidayat selaku KSPPG Kademangan 1, membenarkan bahwa sempat ada beberapa rumah yang mengeluhkan air sumur mereka beraroma tidak sedap. Namun pihaknya sudah menyalurkan kompensasi kepada warga terdampak. Selain itu, pihaknya juga terus berupaya mengoptimalkan kinerja Instalasi Pengolahan Air Limbah atau IPAL yang ada. Saat ini komponen grease trap juga tengah dalam proses pemesanan dan akan segera dipasang begitu barangnya tiba.
Meski begitu, berdasarkan pantauan di lapangan, kinerja IPAL tersebut diduga belum berjalan maksimal. Hal ini yang kemudian menjadi catatan agar perbaikan dan optimalisasi terus dilakukan, sehingga limbah yang dihasilkan bisa diolah sesuai standar dan tidak menimbulkan dampak ke lingkungan sekitar.











